Kamis, 08 September 2016

MUJIZAT YESUS: SEMBUH DARI PENYAKIT GAGAL GINJAL STADIUM V



 

Kesaksian Sdri. Vinsensia H.J. (Flores – NTT) 
Puji syukur kepada Tuhan Yesus Kristus karena Dia sungguh baik. Pertolongan-Nya tidak pernah terlambat, selalu tepat pada waktunya. Janji-Nya sungguh Ya dan Amin.Tuhan tidak pernah gagal kerena Dia sanggup lakukan segala sesuatu (Ayub 42:2). Dia maha sempurna. 

Tuhan Yesus telah menyembuhkan sakit mama saya, Ibu Yohana Andriana. Dokter berkata mama saya menderita beberapa penyakit yang sudah sangat parah seperti: gagal ginjal stadium v, stoke, diabetes, darah tinggi, asam urat, dan kolestrol. Mama saya juga sudah sampai kritis dua kali dan hampir tidak ada harapan untuk hidup karena mengalami pendarahan yang begitu banyak. 


Tetapi sungguh luar biasa! Di Tangan Tuhan Yesus sakit penyakit mama saya lenyap.Mama saya telah sembuh oleh bilur-bilur Tuhan Yesus (Yesaya 53:5).Selama tiga minggu dirawat di rumah sakit TC. Hillers Maumere, mama saya tidak pernah diam. Mama selalu menyembah dan memuji Tuhan. Meskipun dalam kondisi yang parah, tetapi mama saya tetap memuji Tuhan dengan hati yang gembira karena mama sangat percaya kepada Tuhan Yesus pasti menyembuhkan semua penderitaannya. Dan memang tidak sia-sia iman dan kepercayaan mama saya. Sekarang mama saya telah menerima semua kebaikan-Nya, sembuh dari penyakitnya. 

Betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya sesuai dengan kekuatan Kuasa-Nya, Karena Tuhan punya rencana yang indah bagi setiap kita yang berharap kepada-Nya. Terima kasih Tuhan Yesus. Kami mengucap syukur untuk anugerah besar yang telah Tuhan berikan kepada keluarga kami. 


“Dia Allah yang mendengar Doa” Mazmur 65:3

Kesaksian Choki Sitohang

 

Siapa yang tidak mengenal presenter yang berpenampilan menarik dan sedang naik daun ini. Tanpa disangka-sangka Choky divonis dokter terkena penyakit Hepatitis (liver). Ia terkejut karena ia merasa bahwa ia adalah orang yang paling sehat. Tetapi ia malah jatuh sakit. Yang membuat ia kecewa adalah karena ia mengalami sakit pada saat ia sedang berkarir. Ia sedang mengejar cita-citanya untuk menjadi presenter terkenal.

Pada saat itu ia mulai flash back kehidupannya 2 tahun terakhir ini. Ia sibuk dengan pekerjaannya. Ia mencari uang dengan giat, sesudah itu ia menghabiskan waktu dengan hobi dan teman-temannya. Setelah lelah sampai dirumah ia langsung beristirahat. Ia lupa bahwa ia tidak pernah meluangkan waktunya untuk menyapa Tuhan. Ia tidak pernah bersaat teduh bahkan hari Minggu terkadang ia tidak ke gereja, dan Roh Kudus mulai mengingatkannya akan hal itu.
Pada saat ia sakit, ia harus dirawat di Rumah Sakit selama 21 hari. Padahal ia tidak mempunyai cukup uang untuk biaya Rumah Sakit. Dokter berkata bahwa ia harus tetap dirawat karena sakitnya cukup parah. Tetapi dokter berkata bila ada mukjizat maka Choky dapat keluar Rumah Sakit sesegera mungkin.

Pada hari ke delapan, Choky berangsur-angsur pulih. Akhirnya ia bisa keluar dari Rumah Sakit dan ia dapat membayar biaya Rumah Sakit. Tetapi Choky tidak dapat langsung dapat melakukan kegiatannya. Ia harus bed rest selama 3 bulan. Ia menjalaninya. Pada saat ia merasa sehat, perasaan takut itu datang. Ia merasa tidak bisa sukses. Tetapi pada saat itu Tuhan meyakinkan bahwa ia harus melakukan bagiannya dan Tuhan yang akan lakukan bagian-Nya.
Mulai saat itu ia kembali menulis CV untuk ia masukkan ke beberapa agensi. Ia mulai menghubungi teman-temannya dan mencari link untuk memberikan jalan ia menjadi presenter. Ia melakukan yang terbaik pada waktu di casting. Sampai pada akhirnya produsernya berkata bahwa ia adalah orang yang tepat untuk acara ini.

Ada saatnya ia hampir gagal dan ia ingin menyerah. Tetapi Tuhan jelas berkata jangan pernah menyerah, lakukan terus apa yang sedang dilakukan karena ia menuju keberhasilan. Ia mendapatkan satu ayat "Tetapi orang-orang yang menantikan Tuhan akan mendapat kekuatan baru, mereka seumpama rajawali yang naik terbang...". Ada waktunya Tuhan memberikan kepercayaan dari yang kecil dampai yang besar. Dari perkara yang kecil, bila kita setia lalu Tuhan pasti akan mempercayakan hal yang besar.

Tuhan mengajarkan Choky untuk tetap optimis. Melakukan sesuatu yang baru dengan semangat. Tuhan Yesus adalah sahabatnya. Walaupun banyak sahabatnya di dunia tetapi ia merasa bahwa Yesus adalah sahabat sejatinya. Pengharapan akan menimbulkan iman dan pada akhirnya akan menghasilakan satu solusi. Itulah hal yang ia percayai tentang kehidupannya bersama Tuhan Yesus.

Hadiah Natal Special Buat John

 

Kisah ini terjadi di awal tahun 1800-an, John adalah seorang remaja, kira-kira berumur 14 tahun, yang tinggal di sebuah panti asuhan di Inggris bersama dengan beberapa anak lainnya. Menjadi anak panti asuhan pada saat itu tidak menyenangkan. Yatim piatu sering berarti tidak diinginkan dan tidak dikasihi. Panti asuhan tersebut dikelola oleh sepasang suami-istri yang memiliki penghasilan kecil dan kurang mengasihi anak-anak panti tetapi berdisiplin tinggi. Mereka tidak suka jika ada anak-anak yang bermain-main, tanpa belas kasihan dan tidak berpengertian.


Setiap hari anak-anak harus bekerja. Mereka sering bekerja di taman, membersihkan, mengepel dan memasak untuk orang-orang yang kaya. Mereka berangkat pagi-pagi dan bekerja hingga larut malam, biasanya mereka hanya mendapat sekali makan setiap hari. Namun mereka sangat berterima kasih karena sudah diajar untuk bekerja keras. John tidak pernah dipanggil dengan namanya, yang lain juga tidak.

Natal adalah satu-satunya hari dimana, anak-anak tidak bekerja dan mendapatkan hadiah. Sebuah hadiah untuk tiap-tiap anak, kadang-kadang nama mereka dipanggil satu per satu. Hadiah special itu adalah sebuah jeruk. John sudah tinggal di panti asuhan itu cukup lama, dia sudah menanti dengan sukacita dan penuh harapan untuk hari natal special dan buah jeruk yang akan diterimanya. 
Di Inggris, bagi John dan teman-temannya, buah jeruk masih sangat jarang dan merupakan pemberian yang special. Buah yang memiliki aroma harum itu hanya tercium di saat natal saja. Biasanya anak-anak sangat menghargainya, mereka menyimpannya untuk beberapa hari, berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan. Mereka akan menjagainya, menciuminya, memegangnya dan mengasihinya. Biasanya mereka akan berusaha merawatnya untuk waktu yang lama sebelum mereka mengupasnya dan menikmati rasanya yang manis. Menjelang Natal biasanya, mereka mulai membicarakan buah tersebut. Mereka akan berkata," Aku pasti akan menyimpannya paling lama." Mereka selalu membicarakan betapa besar dan manisnya jeruk terakhir mereka dan berapa lama mereka menyimpannya.


Pada saat menerima buah jeruk itu, jika akan tidur John biasanya akan menaruhnya di sebelah kanannya persis di depan hidungnya supaya bisa terus mencium aromanya yang menyegarkan, dipegangnya perlahan dan hati-hati supaya tidak mengores kulitnya. Sesaat kemudian, dia sudah bermimpi setiap anak di dunia akan mencium manisnya aroma jeruknya. Itu memberinya rasa aman dan perasaan nyaman, harapan dan impian untuk sebuah masa depan yang penuh dengan makanan yang enak dan sebuah kehidupan yang berbeda dari keadaan yang serba kekurangan saat ini.


Tahun ini dia juga memiliki harapan jika dia mendapatkan hadiah spesialnya, dia akan menjaga buah jeruknya sampai hari ulang tahunnya di bulan juli nanti. Dia akan menjaganya dengan hati-hati, membuatnya tetap dingin dan tidak menjatuhkannya, dia berharap akan dapat memakannya pada hari ulang tahunnya.


Hari natal akhirnya datang dan anak-anak sangat bersemangat ketika masuk ke ruang makan. Dalam kegembiraannya dan karena melangkahnya yang terburu, John tersandung dan menyebabkan kekacauan di ruang makan. Tiba-tiba terdengar teriakan dari pengelola panti asuhan ," John, tinggalkan ruangan dan tidak ada jeruk untukmu tahun ini." Mendengar hal itu, hati John hancur berantakan. Dia mulai menangis, berbalik dan pergi dengan cepat ke ruang lain dan memojokkan badannya ke dinding supaya anak yang lain tidak melihat kesedihannya.


Sesaat kemudian dia mendengar pintu ruangan itu dibuka dan anak-anak yang lain masuk ke dalam. Elisabeth, seorang gadis kecil dengan rambut yang jatuh di pundaknya, tersenyum sambil menyodorkan sebuah kain kepada John. "Ini John," katanya," Ini untukmu." Karena tersentuh dengan ketulusannya, john membalikkan punggungnya dan melihat bahwa di dalam kain itu ada sebuah jeruk besar yang segar sudah terkupas dan terbagi empat. Dia baru menyadari apa yang teman-temannya lakukan. Masing-masing mengorbankan jeruk milik mereka, membaginya menjadi empat bagian dan menciptakan sebuah jeruk yang besar dan indah untuk John.


John tidak akan pernah melupakan hal itu, setiap cinta dan pengorbanan pribadi yang dibagikan oleh teman-temannya pada natal itu. John berasal dari keadaan yang kekurangan namun dia bertumbuh menjadi pria dewasa yang dihargai dengan kemakmuran dan keberhasilan. Untuk memperingati hari itu, dia mengirimkan jeruk ke semua anak di dunia. Kerinduannya adalah tidak ada anak yang melewatkan natal tanpa kado istimewa.


Natal adalah kesempatan kita untuk berbagi bukan untuk menahan apa yang berharga yang kita miliki. Tuhan sudah melakukan untuk kita, Dia mau melepaskan milik-Nya yang paling berharga untuk membuat kita mengalami sukacita dan damai natal. Selamat Natal...

Kepekaan Lewat Sepotong Roti

 

Malam ini adalah malam Natal. Seisi rumah mulai sibuk mempersiapkan segala sesuatu sejak pagi tadi. Begitu juga dengan aku. Sesudah misa malam Natal, biasanya kami sekeluarga berkumpul untuk saling mengucapkan selamat Natal dan makan malam bersama.
Siang ini aku berencana untuk membeli dua loyang kue kesukaan keluarga kami. Satu untuk keluarga orang tuaku dan satu lagi untuk keluarga suamiku.

Setelah menentukan toko roti tempat kami akan membeli kue, kami segera berangkat ke tempat tujuan. Setibanya di toko kue, kami segera memilih kue yang dimaksud. Karena belum sempat sarapan, suamiku memintaku untuk membelikannya roti isi. Satu bungkus plastik berisi tiga buah roti dengan rasa yang berbeda.

Sesudah membayar semua belanjaan kami, segera kami menuju ke rumah mertuaku untuk mengirimkan kue yang baru aku beli. Dalam perjalanan menuju rumah mertuaku, kami sempat tercegat oleh lampu merah. Begitu aku mengerem mobil, tidak berapa lama kemudian seorang gadis kecil peminta-minta menghampiri kaca jendelaku. Seperti pengemis lain, ia langsung menengadahkan tangannya memohon sekeping uang. Refleks aku langsung melambaikan tanganku, menandakan menolak untuk memberi. Tanpa menunggu lebih lama, gadis kecil itu langsung meninggalkan mobilku.

Pada saat yang bersamaan, suamiku memberikan roti terakhirnya kepadaku. Ia memintaku untuk memberikan roti terakhirnya kepada gadis kecil tadi. Segera kubuka jendela mobil, dan setengah berteriak kupanggil gadis kecil tadi. Setelah mendekat, kuberikan roti tadi sambil tersenyum. Gadis itu segera menerima roti dariku sambil mengucapkan terima kasih.

Sambil memegang roti itu, gadis kecil segera berlari ke arah ibu-ibu berpakaian lusuh yang duduk di tepi jalan. Mungkin perempuan tua itu adalah ibunya, begitu pikirku. Gadis kecil itu menyerahkan roti tadi kepada ibunya sambil menunjuk-nunjuk dan tertawa lebar, ke arah mobilku.

Begitu lampu hijau menyala, aku segera melajukan mobilku. Tepat saat mobilku melewati mereka, si ibu menganggukkan kepalanya sambil tersenyum, begitu juga dengan gadis kecil itu. Tampak sukacita di wajah mereka. 

Sungguh, ucapan syukur yang terungkap lewat segaris senyum yang tulus.

Aku baru menyadari, betapa berartinya pemberian yang kami pikir tidak seberapa, tapi bagi mereka, roti itu mungkin adalah sesuatu yang membahagiakan mereka. Aku jadi teringat bahwa Yesus hadir dalam diri orang-orang yang papa. Aku meyakini bahwa di malam Natal tahun ini, aku sungguh-sungguh telah melihat senyum Yesus dari wajah gadis kecil dan ibu tadi. Terima kasih Tuhan, karena engkau telah membuat hatiku menjadi peka dengan orang di sekitarku.
Sumber : cerita-kristen.com

Kisah Kasih Natal
Suatu ketika, ada seorang pria yang menganggap Natal sebagai sebuah takhayul belaka. Dia bukanlah orang yang kikir. Dia adalah pria yang baik hati dan tulus, setia kepada keluarganya dan bersih kelakuannya terhadap orang lain. Tetapi ia tidak percaya pada kelahiran Kristus yang diceritakan setiap gereja di hari Natal . Dia sunguh-sungguh tidak percaya. "Saya benar-benar minta maaf jika saya membuat kamu sedih," kata pria itu kepada istrinya yang rajin pergi ke gereja. "Tapi saya tidak dapat mengerti mengapa Tuhan mau menjadi manusia. Itu adalah hal yang tidak masuk akal bagi saya "

Pada malam Natal , istri dan anak-anaknya pergi menghadiri kebaktian tengah malam di gereja. Pria itu menolak untuk menemani mereka. "Saya tidak mau menjadi munafik," jawabnya. "Saya lebih baik tinggal di rumah. Saya akan menunggumu sampai pulang."

Tak lama setelah keluarganya berangkat, salju mulai turun. Ia melihat keluar jendela dan melihat butiran-butiran salju itu berjatuhan. Lalu ia kembali ke kursinya di samping perapian dan mulai membaca surat kabar. Beberapa menit kemudian, ia dikejutkan oleh suara ketukan. Bunyi itu terulang tiga kali. Ia berpikir seseorang pasti sedang melemparkan bola salju ke arah jendela rumahnya . Ketika ia pergi ke pintu masuk untuk mengeceknya, ia menemukan sekumpulan burung terbaring tak berdaya di salju yang dingin. Mereka telah terjebak dalam badai salju dan mereka menabrak kaca jendela ketika hendak mencari tempat berteduh.

Saya tidak dapat membiarkan makhluk kecil itu kedinginan di sini, pikir pria itu.
Tapi bagaimana saya bisa menolong mereka?
Kemudian ia teringat akan kandang tempat kuda poni anak-anaknya. Kandang itu pasti dapat memberikan tempat berlindung yang hangat. Dengan segera pria itu mengambil jaketnya dan pergi ke kandang kuda tersebut. Ia membuka pintunya lebar-lebar dan menyalakan lampunya. Tapi burung-burung itu tidak masuk ke dalam. Makanan pasti dapat menuntun mereka masuk, pikirnya. Jadi ia berlari kembali ke rumahnya untuk mengambil remah-remah roti dan menebarkannya ke salju untuk membuat jejak ke arah kandang. Tapi ia sungguh terkejut. Burung-burung itu tidak menghiraukan remah roti tadi dan terus melompat-lompat kedinginan di atas salju.

Pria itu mencoba menggiring mereka seperti anjing menggiring domba, tapi justru burung-burung itu berpencaran kesana-kemari, malah menjauhi kandang yang hangat itu. "Mereka menganggap saya sebagai makhluk yang aneh dan menakutkan,"kata pria itu pada dirinya sendiri, "dan saya tidak dapat memikirkan cara lain untuk memberitahu bahwa mereka dapat mempercayai saya. Kalau saja saya dapat menjadi seekor burung selama beberapa menit, mungkin saya dapat membawa mereka pada tempat yang aman."

Pada saat itu juga, lonceng gereja berbunyi. Pria itu berdiri tertegun selama beberapa waktu, mendengarkan bunyi lonceng itu menyambut Natal yang indah. Kemudian dia terjatuh pada lututnya dan berkata, "Sekarang saya mengerti," bisiknya dengan terisak. "Sekarang saya mengerti mengapa KAU mau menjadi manusia."

JESUS sahabat- ku

 

Ada seorang bocah kelas 4 SD di suatu daerah di Milaor Camarine Sur (Filipina) yang setiap hari mengambil rute melintasi daerah tanah berbatuan dan menyeberangi jalan raya yang berbahaya dimana banyak kendaraan yang melaju kencang dan tidak beraturan. 
Setiap kali berhasil menyeberangi jalan raya tersebut, bocah ini mampir sebentar ke Gereja setiap pagi hanya untuk menyapa Tuhan. 

Tindakannya selama ini diamati oleh seorang Pendeta yang merasa terharu menjumpai sikap bocah yang lugu dan beriman tersebut.
"Bagaimana kabarmu Andy? Apakah kamu akan ke sekolah ?"
"Ya, Bapa Pendeta!" balas Andy dengan senyumnya yang menyentuh hati Pendeta tersebut.
Dia begitu memperhatikan keselamatan Andy sehingga suatu hari dia berkata kepada bocah tersebut,"Jangan menyeberang jalan raya 
sendirian, setiap kali pulang sekolah kamu boleh mampir ke Gereja dan saya akan menemani kamu ke seberang jalan . jadi dengan cara tersebut saya bisa memastikan kamu pulang ke rumah dengan selamat."
"Terima kasih, Bapa Pendeta."
"Kenapa kamu tidak pulang sekarang ?? Apakah kamu tinggal di Gereja setelah pulang sekolah?" "Aku hanya ingin menyapa kepada Tuhan .. sahabatku." Dan Pendeta itu segera meninggalkan Andy untuk melewatkan waktunya didepan altar berbicara sendiri, tapi kemudian Pendeta tersebut bersembunyi dibalik altar untuk mendengarkan apa yang dibicarakan Andy kepada Bapa di Surga.
"Engkau tahu Tuhan, ujian matematikaku hari ini sangat buruk, tetapi aku tidak mencontek walaupun temanku melakukannya . aku makan satu kue dan minum airku. Ayahku mengalami musim paceklik dan yang bisa kumakan hanyalah kue ini. Terima kasih buat kue ini Tuhan! . aku tadi melihat anak kucing malang yang kelaparan dan aku memberikan kueku yang terakhir buatnya .. lucunya, aku nggak begitu lapar. Lihat, ini selopku yang terakhir. Aku mungkin harus berjalan tanpa sepatu minggu depan. Engkau tahu ini sepatu ini akan rusak, tapi tidak apa-apa .. paling tidak aku tetap dapat pergi ke sekolah.
Orang-orang berbicara bahwa kami akan mengalami musim panen yang susah bulan ini, bahkan beberapa temanku sudah berhenti sekolah . Tolong Bantu mereka supaya bisa sekolah lagi . tolong Tuhan ?? Oh ya, Engkau tahu Ibu memukulku lagi. Ini memang menyakitkan, tapi aku tahu sakit ini akan hilang, paling tidak aku masih punya seorang Ibu. Tuhan . Engkau mau lihat lukaku ??? Aku tahu Engkau mampu menyembuhkannya, disini .. disini .. aku rasa Engkau tahu yang ini khan .....??
Tolong jangan marahi Ibuku ya ...??? dia hanya sedang lelah dan kuatir akan kebutuhan makanan dan biaya sekolahku ... Itulah mengapa dia memukul kami. Oh Tuhan. aku rasa aku sedang jatuh cinta saat ini. Ada seorang gadis yang cantik dikelasku, namanya Anita ... menurut Engkau apakah dia akan menyukaiku ??? Bagaimanapun juga paling tidak aku tahu Engkau tetap menyukaiku karena aku tidak usah menjadi siapapun hanya 
untuk menyenangkanMu. Engkau adalah sahabatku.
Hei .. ulang tahunMu tinggal dua hari lagi, apakah Engkau gembira?? 
Tunggu saja sampai Engkau lihat, aku punya hadiah untukMu .tapi ini kejutan bagiMu. Aku berharap Engkau akan menyukainya.Ooops aku harus pergi sekarang."
Kemudian Andy segera berdiri dan memanggil Pendeta itu, "Bapa Pendeta ....Bapa Pendeta..aku sudah selesai bicara dengan sahabatku, anda bisa menemaniku menyeberang jalan sekarang!"

Kegiatan tersebut berlangsung setiap hari, Andy tidak pernah absen 
sekalipun.
Pendeta Agaton berbagi cerita ini kepada jemaat di Gerejanya setiap hari Minggu karena dia belum pernah melihat suatu iman dan kepercayaan yang murni kepada Allah .. suatu pandangan positif dalam situasi yang negatif.

Pada hari Natal, Pendeta Agaton jatuh sakit sehingga dia tidak bisa memimpin gereja dan dirawat di rumah sakit. Gereja diserahkan 
pengelolaannya kepada 4 wanita tua yang tidak pernah tersenyum dan selalu menyalahkan segala sesuatu yang orang lain perbuat. Mereka juga sering mengutuki orang yang menyinggung mereka.

Mereka sedang berlutut memegangi rosario mereka ketika Andy tiba dari pesta natal di sekolahnya, dan menyapa "Halo Tuhan..Aku ...'
"Kurang ajar kamu bocah !!! tidakkah kamu lihat kami sedang berdoa ??!!! Keluar.!!!"
Andy begitu terkejut, " Dimana Bapa Pendeta Agaton .??? Dia seharusnya membantuku menyeberangi jalan raya . dia selalu menyuruhku mampir lewat pintu belakang Gereja . tidak hanya itu, aku juga harus menyapa Tuhan Yesus ini hari ulang tahunNya, aku punya hadiah untukNya ....."

Ketika Andy mau mengambil hadiah tersebut dari dalam bajunya, seorang dari keempat wanita itu menarik kerahnya dan mendorongnya keluar Gereja. Sambil membuat tanda salib ia berkata "Keluarlah bocah ..kamu akan mendapatkannya !!!" Oleh karena itu Andy tidak punya pilihan lain kecuali sendirian menyeberangi jalan raya yang berbahaya tersebut didepan Gereja. Dia mulai menyeberang .ketika tiba-tiba sebuah bus datang melaju dengan kencang disitu ada tikungan yang tidak terlihat pandangan. Andy melindungi hadiah tersebut didalam saku bajunya, sehingga dia tidak melihat datangnya bus tersebut.
Waktunya hanya sedikit untuk menghindar .. dan Andy tewas seketika. 
Orang-orang disekitarnya berlarian dan mengelilingi tubuh bocah malang tersebut yang sudah tak bernyawa.

Tiba-tiba, entah muncul darimana ada seorang pria berjubah putih dengan wajah yang halus dan lembut namun penuh dengan air mata datang dan memeluk tubuh bocah malang tersebut. Dia menangis.
Orang-orang penasaran dengan dirinya dan bertanya, " Maaf Tuan.apakah anda keluarga bocah malang ini ? Apakah anda mengenalnya ?"
Pria tersebut dengan hati yang berduka karena penderitaan yang begitu dalam segera berdiri dan berkata," Dia adalah sahabatku." Hanya itulah yang dia katakan.
Dia mengambil bungkusan hadiah dari dalam baju bocah malang tersebut dan menaruhnya didadanya. Dia lalu berdiri dan membawa pergi tubuh bocah malang tersebut dan keduanya kemudian menghilang. Kerumunan 
orang tersebut semakin penasaran...

Di malam Natal, Pendeta Agaton menerima berita yang sungguh 
mengejutkan.
Dia berkunjung ke rumah Andy untuk memastikan pria misterius berjubah putih tersebut. Pendeta itu bertemu dan bercakap-cakap dengan kedua orang tua Andy.
"Bagaimana anda mengetahui putera anda meninggal ?"
"Seorang pria berjubah putih yang membawanya kemari." ucap ibu Andy terisak. "Apa katanya ?" Ayah Andy berkata ,"Dia tidak mengucapkan sepatah katapun. Dia sangat berduka. Kami tidak mengenalnya namun dia terlihat sangat kesepian atas meninggalnya Andy sepertinya Dia begitu mengenal Andy dengan baik. Tapi ada suatu kedamaian yang sulit untuk dijelaskan mengenai Dirinya. Dia menyerahkan anak kami dan tersenyum lembut. Dia menyibakkan rambut Andy dari wajahnya dan memberikan kecupan di keningnya kemudian Dia membisikkan sesuatu ... 
"Apa yang dia katakan?"
"Dia berkata kepada puteraku ..." Ujar sang Ayah
"Terima kasih buat kadonya . Aku akan segera berjumpa denganmu. Engkau akan bersamaku." Dan sang Ayah melanjutkan, "Anda tahu kemudian. semuanya itu terasa begitu indah .. aku menangis tetapi tidak tahu mengapa bisa demikian. Yang aku tahu aku menangis karena bahagia .. aku tidak dapat menjelaskannya Bapa Pendeta, tetapi ketika Dia meninggalkan kami ada suatu Kedamaian yang memenuhi hati kami, aku merasakan kasihnya yang begitu dalam di hatiku.. Aku tidak dapat melukiskan sukacita didalam hatiku. Aku tahu puteraku sudah berada di Surga sekarang. Tapi tolong katakan padaku, Bapa Pendeta..siapakah Pria ini yang selalu bicara dengan puteraku setiap hari di Gerejamu ? anda seharusnya mengetahui karena anda selalu berada disana setiap hari, kecuali pada waktu puteraku meninggal ."

Pendeta Agaton tiba-tiba merasa air matanya menetes dipipinya, dengan lutut gemetar dia berbisik," Dia tidak berbicara dengan siapa-siapa. kecuali dengan Tuhan."

RENCANA TUHAN INDAH PADA WAKTUNYA

 

Ada seorang anak laki-laki yang berambisi bahwa Suatu hari nanti ia akan menjadi jenderal Angkatan Darat. Anak itu pandai dan memiliki ciri-ciri yang lebih daripada cukup untuk dapat membawa nya kemanapun ia mau. Untuk itu ia bersyukur kepada Tuhan, oleh karena ia adalah seorang anak yang takut akan Tuhan dan ia selalu berdoa agar supaya suatu hari nanti impiannya itu akan menjadi kenyataan. 

Sayang sekali, ketika saatnya tiba baginya untuk bergabung denganAngkatan Darat , ia ditolak oleh karena memiliki telapak kaki rata. Setelah berulang kali berusaha, ia kemudian melepaskan hasratnya untuk menjadi jenderal dan untuk hal itu ia mempersalahkan Tuhan yang tidak menjawab doanya. Ia merasa seperti berada seorang diri, dengan perasaan yang kalah, dan di atas segalanya, rasa amarah yang belum pernah dialaminya sebelumnya. 

Amarah yang mulai ditujukannya terhadap Tuhan. Ia tahu bahwa Tuhan ada, namun tidak mempercayaiNya lagi sebagai seorang sahabat, tetapi sebagai seorang tiran (penguasa yang lalim). Ia tidak pernah lagi berdoa atau melangkahkan kakinya ke dalam gereja.. Ketika orang-orang seperti biasanya berbicara tentang Tuhan yang Maha Pengasih, maka ia akan mengejek dan menanyakan pertanyaan-pertanyaan rumit yang akan membuat orang-orang percaya itu kebingungan. 

Ia kemudian memutuskan untuk masuk perguruan tinggi dan menjadi dokter. Dan begitulah, ia menjadi dokter dan beberapa tahun kemudian menjadi seorang ahli bedah yang handal. Ia menjadi pelopor di dalam pembedahan yang berisiko tinggi dimana pasien tidak memiliki kemungkinan hidup lagi apabila tidak ditangani oleh ahli bedah muda ini. Sekarang, semua pasiennya memiliki kesempatan, suatu hidup yang baru. 

Selama bertahun-tahun, ia telah menyelamatkan beribu-ribu jiwa, baik anak-anak maupun orang dewasa. Para orang tua sekarang dapat tinggal dengan berbahagia bersama dengan putra atau putri mereka yang dilahirkan kembali, dan para ibu yang sakit parah sekarang masih dapat mengasihi keluarganya.Para ayah yang hancur hati oleh karena tak seorangpun yang dapat memelihara keluarganya setelah kematiannya, telah diberikan kesempatan baru. 

Setelah ia menjadi lebih tua maka ia melatih para ahli bedah lain yang bercita-cita tinggi dengan tekhnik bedah barunya, dan lebih banyak lagi jiwa yang diselamatkan. Pada suatu hari ia menutup matanya dan pergi menjumpai Tuhan. Di situ, masih penuh dengan kebencian, pria itu bertanya kepada Tuhan mengapa doa-doanya tidak pernah dijawab, dan Tuhan berkata, ‘Pandanglah ke langit, anakKu, dan lihatlah impianmu menjadi kenyataan.’ 

Di sana , ia dapat melihat dirinya sendiri sebagai seorang anak laki-laki yang berdoa untuk bisa menjadi seorang prajurit. Ia melihat dirinya masuk Angkatan Darat dan menjadi prajurit.. Di sana ia sombong dan ambisius, dengan pandangan mata yang seakan-akan berkata bahwa suatu hari nanti ia akan memimpin sebuah resimen. Ia kemudian dipanggil untuk mengikuti peperangannya yang pertama, akan tetapi ketika ia berada di kamp di garis depan, sebuah bom jatuh dan membunuhnya. Ia dimasukkan ke dalam peti kayu untuk dikirimkan kembali kepada keluarganya. Semua ambisinya kini hancur berkeping-keping saat orang tuanya menangis dan terus menangis. 

Lalu Tuhan berkata, ‘Sekarang lihatlah bagaimana rencanaKu telah terpenuhi sekalipun engkau tidak setuju.’ Sekali lagi ia memandang ke langit. Di sanaia memperhatikan kehidupannya, hari demi hari dan berapa banyak jiwa yang telah diselamatkannya. Ia melihat senyum di wajah pasiennya dan di wajah anggota keluarganya dan kehidupan baru yang telah diberikannya kepada mereka dengan menjadi seorang ahli bedah. 

Kemudian di antara para pasiennya, ia melihat seorang anak laki-laki yang juga memiliki impian untuk menjadi seorang prajurit kelak, namun sayangnya dia terbaring sakit. Ia melihat bagaimana ia telah menyelamatkan nyawa anak laki-laki itu melalui pembedahan yang dilakukannya. Hari ini anak laki-laki itu telah dewasa dan menjadi seorang jenderal. Ia hanya dapat menjadi jenderal setelah ahli bedah itu menyelamatkan nyawanya. 

Sampai di situ, Ia tahu bahwa Tuhan ternyata selalu berada bersama dengannya. Ia mengerti bagaimana Tuhan telah memakainya sebagai alatNya untuk menyelamatkan beribu-ribu jiwa, dan memberikan masa depan kepada anak laki-laki yang ingin menjadi prajurit itu. (Diambil dari Inspirational Christian Stories oleh Vincent Magro-Attard) 

Untuk dapat melihat kehendak Tuhan digenapkan di dalam hidup anda, anda harus mengikuti Tuhan dan bukan mengharapkan Tuhan yang mengikuti anda. 

(Dave Meyer, Life In The Word, Juni 1997) 

‘Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya…. ‘ (Pengkotbah 3:11) 

Apa yang kau alami kini, mungkin tak dapat engkau mengerti 
Satu hal tanamkan di hati, indah semua yang Tuhan beri 
Tuhan-mu, tak akan memberi ular beracun pada yang minta roti 
Cobaan yang engkau alami takkan melebihi kekuatanmu 

Tangan Tuhan sedang merenda 
Suatu karya yang agung mulia 
Saatnya kan tiba nanti 
Kau lihat pelangi kasihNYA

KISAH MIKHAIL

 

Zaman dahulu kala di Rusia hidup pasangan suami-istri Simon & Matrena.Simon yang miskin ini adalah seorang pembuat sepatu. Meskipun hidupnya tidaklah berkecukupan, Simon adalah seorang yang mensyukuri hidupnya yang pas-pasan. Masih banyak orang lain yang hidup lebih miskin daripada Simon. Banyak orang-orang itu yang malah berhutang padanya. Kebanyakan berhutang ongkos pembuatan 
sepatu. Maklumlah, di Rusia sangat dingin sehingga kepemilikan sepatu dan mantelmerupakan hal yang mutlak jika tidak mau mati kedinginan. Suatu hari keluarga tersebut hendak membeli mantel baru karena mantel mereka sudah banyak yang berlubang-lubang.Uang simpanan mereka hanya 3 rubel (rubel = mata uang Rusia)padahal mantel baru yang paling murah harganya 5 rubel. Kata Matrena pada suaminya, “Simon, tagihlah hutang orang-orang yangtempo hari kita buatkan sepatu. Siapa tahu mereka kini punya uang.” Maka Simon pun berangkat pergi menagih hutang. Tapi sungguh sial, tak satu pun yang membayar. Hanya ada seorang janda yang memberinya 20 kopek (kopek uang receh Rusia). Dengan sedih Simon pulang. “Batallah rencana kami mempunyai mantelbaru”,pikirnya. Di warung, Simon minum vodka untuk menghangatkan badannya yang kedinginan dengan uang 20 kopek tadi. Dalam perjalanan pulang, Simon melewati gereja dan saat itu ia melihat sesosok manusia yang sangat putih bersandar di dinding luar gereja. Orang itu tak berpakaian dan kelihatan sekali ia sangat kedinginan. Simon ketakutan, “Siapakah dia ? Setankah?Ah, daripada terlibat macam-macam lebih baik aku pulang saja”. Simon bergegas mempercepat langkahnya sambil sesekalimengawasi belakangnya, ia takut kalau orang itu tiba-tiba mengejarnya. Namun ketika semakin jauh, suara hatinya berkata “HAI SIMON, TAK MALUKAH KAU ? KAU PUNYA MANTELMESKIPUN SUDAH BERLUBANG-LUBANG, SEDANGKAN ORANG ITU TELANJANG.PANTASKAH ORANG MENINGGALKAN SESAMANYA BEGITU SAJA ?” Simon ragu, tapi akhirnya toh ia balik lagi ke tempat orang itu bersandar.Ketika sudah dekat, dilihatnya orang itu ternyata pria yang wajahnya sungguh tampan. Kulitnya bersih seperti kulit bangsawan. Badannya terlihat lemas dan tidak berdaya, namun sorot matanyamenyiratkan rasa terima kasih yang amat sangat ketika Simon memakaikanmantel terluarnya kepada orang itu dan memapahnya berdiri.Ia tidak bisa menjawab sepatah kata pun atas pertanyaan-pertanyaanSimon, sehingga Simon memutuskan untuk membawanya pulang. Sesampainya di rumah, Matrena sudah menunggu. Ia marah sekali karena melihat Simon tidak membawa mantel baru,apalagi ketika dilihatnya Simon membawa seorang pria asing. Dia nyerocos marah-marah, “Simon, siapa ini ? Mana mantel barunya ?Astaga! Kau bau vodka. Teganya kau mabuk menghabiskan uang yang seharusnya kaubelikan mantel !!”Simon mencoba 
menyabarkan Matrena, “Sabar, Matrena…. dengar dulu penjelasanku. Aku tidak mabuk, akuhanya minum vodka sedikit untuk mengusir hawa dingin. Adapun orang inikutemukan di luar gereja, ia kedinginan, jadi kuajak sekalian pulang”. “Bohong !! Aku tak percaya…. sudahlah, pokoknya aku tak mau dengarceritamu ! Malam ini aku tak akan menyiapkan makan malam. Cari saja makan sendiri ! Sudah tahu kita ini miskin kok masih soksuci menolong orang segala !! Usir saja dia!!” “Astaga, Matrena ! Jangan berkata begitu, seharusnya kita bersyukurkarena kita masih bisa makan dan punya pakaian, sedangkan orang ini telanjang dan kelaparan. Tidakkah di hatimu ada sedikit cinta kasih Tuhan??” Matrena menatap wajah pria asing itu, mendadak ia merasa iba. Tanpa mengomel lagi disiapkannya makan malam sederhana berupa rotikeras dan bir hangat. “Silakan makan, hanya sebeginilah makanan yang ada. Siapa namamudan darimana asalmu ? Bagaimana ceritanya kau bisa telanjang di luargereja? Apakah seseorang telah merampokmu?” Tiba-tiba wajah pria asing itu bercahaya. Mukanya berseri dan ia tersenyum untuk pertama kalinya. “Namaku Mikhail, asalku dari jauh. Sayang sekali banyak yang tak dapatkuceritakan. Kelak akan tiba saatnya aku boleh menceritakan semua yangkalian ingin ketahui tentang aku.Aku akan sangat berterima kasih kalau kalian mau menerimaku bekerja 
disini.” “Ah, Mikhail, usaha sepatuku ini cuma usaha kecil. Aku takkan sanggupmenggajimu”, demikian Simon menjawab. “Tak apa, Simon. Kalau kau belum sanggup menggajiku, aku tak keberatankerja tanpa gaji asalkan aku mendapat makan dan 
tempat untuk tidur.” “Baiklah kalau kau memang mau begitu. Besok kau mulai bekerja”. Malamnya pasangan suami-istri itu tak dapat tidur. Mereka bertanya-tanya. “Simon tidakkah kita keliru menerima orang itu? Kita ini miskin.Bagaimana 
jika Mikhail itu ternyata buronan ? Kita bisa terlibat kesulitan”,Matrena bertanya dengan gelisah pada Simon. Simon menjawab, “Sudahlah Matrena. Percayalah pada penyelenggaraan Tuhan. Biarlah ia tinggal di sini. Tingkah lakunya cukup baik. Kalau 
ternyata ia berperilaku tidak baik, segera kuusir dia”. Esoknya Mikhail mulai bekerja membantu Simon membuat dan memperbaiki sepatu. Di bengkelnya, Simon mengajari Mikhail memintal benang dan membuat polaserta menjahit kulit untuk sepatu. Sungguh aneh, baru tiga hari belajar, Mikhail sudah bisa membuat sepatulebih baik dan rapi daripada Simon. Lama kelamaan bengkel sepatu Simon mulai terkenal karena sepatu buatanMikhail yang bagus. Banyak pesanan mengalir dari dari desa-desa yang penduduknya kaya. Usaha Simon menjadi maju. Ia tidak lagi miskin. Keluarga itu sangat bersyukur karena mereka sadar, tanpa bantuantangan terampil Mikhail, usaha mereka takkan semaju ini. Namun mereka juga terus bertanya-tanya dalam hati, siapa 
sebenarnyaMikhail ini. Anehnya, selama Mikhail tinggal bersama mereka, baru sekali saja iatersenyum, yaitu dulu saat Matrena memberi Mikhail makan.Namun meski tanpa senyum, muka Mikhail selalu berseri sehingga orangtak takut 
melihat wajahnya. Suatu hari datanglah seorang kaya bersama pelayannya.Orang itu tinggi besar, galak dan terlihat kejam. “Hai Simon, kudengar kau dan pembantumu pandai membuat sepatu.Aku minta dibuatkan sepatu yang harus tahan setahunmengahadapi cuaca dingin. Kalau sepatu itu rusak sebelum setahun, kuseret kau ke muka hakimuntuk dipenjarakan !!Ini, kubawakan kulit terbaik untuk bahan sepatu. Awas, hati-hati; ini kulit yang sangat mahal!” Di pojok 
ruangan, Mikhail yang sedari tadi duduk diam, tiba-tibatersenyum.Mukanya bercahaya, persis seperti dulu ketika ia pertama kalinyatersenyum.Orang kaya yang melihatnya membentak, “Hei, tukang sepatu, awas jangan mengejekku, ya 
!! Bukan hanya majikanmu yang kumasukkan penjara kalau sepatuku jebolsebelum setahun. Kau juga takkan lolos dariku!!” Sebenarnya Simon enggan berurusan dengan orang ini. Ia baru saja hendak menolak pesanan itu ketika Mikhail memberi isyaratagar ia menerima pesanan itu. Setelah harga disepakati, orang itu pun pergi pulang.Simon berkata, “Mikhail, kau sajalah yang mengerjakan sepatu itu. Aku sudah mulai tua. Mataku agak kurang awas untuk mengerjakan sepatusemahal ini. Biar aku mengerjakan pesanan lain saja. Kau berkonsentrasi menyelesaikan pesanan ini. Hati-hati, ya. Aku tak mau salah satu atau malah kita berdua masukpenjara.” Ketika Mikhail selesai mengerjakan sepatu itu, bukan main terkejutnyaSimon. “Astaga, Mikhail, kenapa kaubuat sepatu anak-anak? Bukankah yang memesan itu orangnya tinggi besar? Aduh, bagaimana ini ? Celaka, kita bisa masuk penjara karena….”, 
belum selesai Simon berkata, datang si pelayan orang kaya. “Majikanku sudah meninggal. Pesanan dibatalkan. Jika masih ada sisa kulit, istri majikanku minta dibuatkan sepatu anak-anak saja”. “Ini, sepatu 
anak-anak sudah kubuatkan.Silakan bayar ongkosnya pada Simon”, Mikhail menyerahkan sepatu buatannya pada pelayan itu. Pelayan itu terkejut, tapi ia diam saja meskipun heran darimana Mikhail tahutentang pesanan sepatu anak-anak itu. Tahun demi tahun berlalu, Mikhail tetap tidak pernah tersenyum kecualipada dua kali peristiwa tadi. Meskipun penasaran, Simon dan Matrena tak pernah beranimenyinggung-nyinggung soal asal usul Mikhail karena takut ia akanmeninggalkan mereka. Suatu hari datanglah seorang ibu dengan dua orang anak kembar yangsalah satu kakinya pincang. Ia minta dibuatkan sepatu untuk kedua anak itu. Simon heran sebab Mikhail tampak sangat gelisah. Mukanya muram, padahal biasanya tidak pernah begitu. Saat mereka hendak pulang, Matrena bertanya pada ibu itu,”Mengapa salah satu dari si kembar ini kakinya pincang ?”Ibu itu menjelaskan, “Sebenarnya mereka bukan anak kandungku. Mereka kupungut ketika ibunya meninggal sewaktu melahirkan mereka.Padahal belum lama ayah mereka juga meninggal. Kasihan, semalaman ibu mereka yang sudah meninggal itu tergeletak dan menindih salah satu kaki anak ini. Itu sebabnya ia pincang. Aku sendiri tak punya anak, jadi kurawat mereka seperti anakkusendiri.” “Tuhan Maha Baik, manusia dapat hidup tanpa ayah ibunya, tapi tentusaja manusia takkan dapat hidup tanpa Tuhannya”, Matrena berkata. Mendengar itu, Mikhail tidak lagi gelisah. Ia berseri-seri dan tersenyum untuk ketiga kalinya. Kali ini bukan wajahnya saja yang bercahaya, tapi seluruh tubuhnya.Sesudah tamu-tamu tersebut pulang, ia membungkuk di depanSimon dan Matrena sambil berkata, “Maafkan semua kesalahan yang pernah kuperbuat, apalagi telah membuat gelisah dengan tidak mau menceritakan asal usulku. Aku dihukum Tuhan, tapi hari ini Tuhan telah mengampuni aku. Sekarang aku mohon pamit.” Simon dan Matrena tentu saja heran dan terkejut, “Nanti dulu Mikhail, tolong jelaskan pada kami siapakah sebenarnya kauini? Mengapa selama di sini kau hanya tersenyum tiga kali, dan mengapa tubuhmu sekarang bercahaya ?” Mikhail menjawab sambil terus tersenyum, “Sebenarnya aku adalah salah satu malaikat Tuhan. Bertahun-tahun yang lalu Tuhan menugaskan aku menjemput nyawa ibukedua anak tadi.Aku sempat menolak perintah Tuhan itu meskipun tohakhirnya kuambil juga nyawa ibu mereka. Aku menganggapNya kejam. Belum lama mereka ditinggal ayahnya, sekarang ibunya harus meninggalkanmereka juga. Dalam perjalanan ke surga, Tuhan mengirim badai yang menghempaskanku ke bumi.Jiwa ibu bayi menghadap Tuhan 
sendiri. Tuhan berkata padaku, ‘MIKHAIL, TURUNLAH KE BUMI DAN PELAJARI KETIGAKEBENARAN INI HINGGA KAU MENGERTI: PERTAMA, APAKAH YANG HIDUP DALAM HATI MANUSIA ? KEDUA, APA YANG TAK DIIJINKAN PADA MANUSIA ? KETIGA, APA YANG PALING DIPERLUKAN MANUSIA ?’ ” “Aku jatuh di halaman gereja, kedinginan dan kelaparan.Simon menemukan dan membawaku pulang. Waktu Matrena marah-marah dan hendak mengusir aku, kulihat maut dibelakangnya. Seandainya ia jadi mengusirku, ia pasti mati malam itu. Tapi Simon berkata, ‘Tidakkah di hatimu ada sedikit cinta kasihTuhan??’Matrena jatuh iba dan memberi aku makan. Saat itulah aku tahu kebenaran pertama: 
YANG HIDUP DALAM HATI MANUSIA ADALAH CINTA KASIH TUHAN” “Kemudian ada orang kaya yang memesan sepatu yang tahansatu tahun sambil marah-marah. Aku melihat maut di belakangnya. Ia tidak tahu ajalnya sudah 
dekat. Aku tersenyum untuk kedua kalinya. Saat itulah aku tahu kebenaran kedua: MANUSIA TIDAK DIIJINKAN MENGETAHUI MASA DEPANNYA. MASA DEPAN MANUSIA ADA DI TANGAN TUHAN” “Hari ini datang ibu angkat bersama kedua anak kembar 
tadi. Ibu kandung si kembar itulah yang diperintahkan Tuhan untuk kucabutnyawanya. Aku menyangsikan apakah si kembar dapat hidup tanpa ayah ibunyapadahal mereka masih bayi. Tapi ternyata ada seorang ibu lain yang mau merawat 
dan mengasihi mereka seperti anak kandung sendiri. Tadi Matrena berkata, ‘Tuhan Maha Baik, manusia dapat hidup tanpa ayahibunya, tapi tentu saja manusia takkan dapat hidup tanpa Tuhannya’ 
Aku tersenyum untuk ketiga kalinya dan kali ini tubuhku bercahaya. Aku tahu kebenaran yang ketiga: MANUSIA DAPAT HIDUP TANPA AYAH DAN IBUNYA TAPI MANUSIA TIDAK AKAN DAPAT HIDUP TANPA TUHANNYA. ” 
Simon, Matrena, terima kasih atas kebaikan kalian berdua. Aku telah mengetahui ketiga kebenaran itu, Tuhan telah mengampuniku. Kini aku harus kembali. Semoga kasih Tuhan senantiasa menyertai kalian sepanjang hidup.” Seiring dengan itu, tubuh Mikhail terangkat dan tubuhnya makin bercahaya. Mikhail kembali ke surga.

7 Kiat kerja menurut Amsal Salomo

 

Ada 7 kiat menurut Amsal Salomo yang bisa kita jadikan bahan renungan dalam bekerja atau melakukan tanggung jawab kita sehari-hari yaitu andalkan Tuhan, carilah pengetahuan, rajin dan cekatan, berlakulah jujur dan benar, jaga mulut, sabar dan tenang, dan jangan ingin cepat kaya.

1. Andalkan Tuhan

Amsal 3:5-6 berkata, "Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu."

Sertakan Tuhan di dalam segenap pekerjaanmu karena banyak yang harus kita kerjakan tetapi tidak diajarkan di bangku sekolah dan banyak yang terjadi yang tidak pernah kita duga sebelumnya.
2. Carilah Pengetahuan

Ilmu pengetahuan, cara-cara bekerja yang benar dan efisien perlu kita cari. Amsal 19:2 berkata, "Tanpa pengetahuan kerajinanpun tidak baik; orang yang tergesa-gesa akan salah langkah."

Jangan sungkan belajar dan meminta petunjuk jika tidak mengerti. Amsal 19:20 berkata, "Dengarkanlah nasihat dan terimalah didikan, supaya engkau menjadi bijak di masa depan."
3. Rajin dan Cekatan

Hanya orang rajin dan cekatan yang akan diingat oleh pimpinannya, terutama waktu menetapkan promosi jabatan dan kenaikan gaji.

Amsal 10:4 berkata, "Tangan yang lamban membuat miskin, tetapi tangan orang rajin menjadikan kaya." Dan Amsal 14:23 berkata, "Dalam tiap jerih payah ada keuntungan, tetapi kata-kata belaka mendatangkan kekurangan saja."
4. Berlakulah Jujur dan Benar

Amsal 16:8 berkata, "Lebih baik penghasilan sedikit disertai kebenaran, daripada penghasilan banyak tanpa keadilan."

Dan Amsal 10:9 berkata, "Siapa bersih kelakuannya, aman jalannya, tetapi siapa berliku-liku jalannya, akan diketahui."

Renungkan juga Amsal 10:16, "Upah pekerjaan orang benar membawa kepada kehidupan, penghasilan orang fasik membawa kepada dosa."
5. Jaga Mulut

Mengerjakan tugas-tugas adalah suatu pekerjaan yang berat, jangan ditambahi lagi dengan masalah lain karena mulut kita yang bocor.

Amsal 21:23 berkata, "Siapa yang memelihara mulut dan lidahnya, memelihara diri daripada kesukaran."

Dan Amsal 10:19 berkata, "Di dalam banyak bicara pasti ada pelanggaran, tetapi siapa yang menahan bibirnya, berakal budi."
6. Sabar dan Tenang

Amsal 16:32 berkata, "Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang merebut kota."

Dan Amsal 14:30 menambahkan, "Hati yang tenang menyegarkan tubuh, tetapi iri hati membusukkan tulang."
7. Jangan Ingin Cepat Kaya

Menjadi kaya adalah impian kebanyakan orang dan sah-sah saja. Yang harus diperhatikan adalah:
1. Menjadi kaya, bukanlah tujuan utama di dalam hidup ini;
2. Ingin cepat kaya seringkali menjebak orang-orang ke dalam perbuatan yang berdosa;
3. Menikmati hidup lebih penting daripada menjadi kaya tetapi mempunyai banyak masalah.

Renungkanlah Amsal 10:22, "Berkat Tuhan-lah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya," dan Amsal 13:11, "Harta yang cepat diperoleh akan berkurang, tetapi siapa mengumpulkan sedikit demi sedikit, menjadi kaya." 

Selamat Berkarya!

TERIMA KASIH TUHAN


Shalom pasukan doa!

Aku bermimpi suatu Hari aku pergi ke surga Dan seorang
Malaikat menemaniku
Dan menunjukkan keadaan di surga. Kami berjalan
Memasuki suatu ruang kerja
Penuh dengan para malaikat. Malaikat yang mengantarku
Berhenti di depan
Ruang kerja pertama Dan berkata, " Ini adalah Seksi
Penerimaan. Disini,
Semua permintaan yang ditujukan pada Allah diterima".
Aku melihat-lihat sekeliling tempat ini Dan aku dapati
Tempat ini
Begitu sibuk dengan begitu banyak malaikat yang
Memilah-milah seluruh
Permohonan yang tertulis pada kertas dari manusia di
Seluruh dunia.

Kemudian aku Dan malaikat-Ku berjalan lagi melalui
Koridor yang panjang
Lalu sampailah kami pada ruang kerja kedua.
Malaikat-Ku berkata,
"Ini adalah Seksi Pengepakan Dan Pengiriman. Disini
Kemuliaan Dan
Berkat yang diminta manusia diproses Dan dikirim ke
Manusia-manusia
Yang masih hidup yang memintanya". Aku perhatikan lagi
Betapa sibuknya ruang kerja itu.
Ada banyak malaikat yang bekerja begitu keras karena
Ada begitu banyaknya permohonan
Yang dimintakan Dan sedang dipaketkan untuk dikirim ke
Bumi.

Kami melanjutkan perjalanan lagi hingga sampai pada
Ujung terjauh koridor panjang
Tersebut Dan berhenti pada sebuah pintu ruang kerja
Yang sangat kecil. Yang sangat
Mengejutkan aku, hanya Ada satu malaikat yang duduk
Disana, hampir tidak melakukan apapun.
"Ini adalah Seksi Pernyataan Terima Kasih", kata
Malaikatku pelan. Dia tampak malu.

"Bagaimana ini? Mengapa hampir tidak Ada pekerjaan
Disini?", tanyaku. "Menyedihkan",
Malaikat-Ku menghela napas. " Setelah manusia menerima
Berkat yang mereka minta, sangat
Sedikit manusia yang mengirimkan pernyataan terima
Kasih". "Bagaimana manusia menyatakan
Terima kasih atas berkat Tuhan?", tanyaku. "Sederhana
Sekali", jawab Malaikat.
"Cukup berkata, "Terima kasih, Tuhan' ".

"Lalu, berkat apa saja yang perlu Kita syukuri",
Tanyaku. Malaikat-Ku menjawab,


"Jika engkau mempunyai makanan di lemari es, pakaian
Yang menutup tubuhmu,
Atap di atas kepalamu Dan tempat untuk tidur, maka
Engkau lebih kaya dari 75% penduduk dunia ini.

"Jika engkau memiliki uang di bank, di dompetmu, Dan
Uang-uang receh,
Maka engkau berada diantara 8% kesejahteraan dunia.

"Dan jika engkau mendapatkan pesan ini di komputer mu,
Engkau adalah bagian
Dari 1% di dunia yang memiliki kesempatan itu.

Juga.... "Jika engkau bangun pagi ini dengan lebih
Banyak kesehatan daripada
Kesakitan ... Engkau lebih diberkati daripada begitu
Banyak orang
Di dunia ini yang tidak dapat bertahan hidup hingga
Hari ini.

"Jika engkau tidak pernah mengalami ketakutan dalam
Perang, kesepian dalam penjara,
Kesengsaraan penyiksaan, atau kelaparan yang amat
Sangat Maka engkau lebih beruntung dari 700 juta orang
Di dunia".

"Jika engkau dapat menghadiri Gereja atau pertemuan
Religius tanpa Ada ketakutan
Akan penyerangan, penangkapan, penyiksaan, atau
Kematian...
Maka engkau lebih diberkati daripada 3 milyar orang di
Dunia.


"Jika orangtuamu masih hidup Dan masih berada dalam
Ikatan pernikahan ...
Maka engkau termasuk orang yang sangat jarang.


Jika engkau masih bisa mencintai .
Maka engkau termasuk orang yang besar, Karena cinta
Adalah berkat Tuhan yang tidak didapat dari manapun

"Jika engkau dapat menegakkan kepala Dan tersenyum,
Maka engkau bukanlah seperti orang kebanyakan, engkau
Unik dibandingkan
Semua mereka yang berada dalam keraguan Dan
Keputusasaan.


"Jika engkau dapat membaca pesan ini, maka engkau
Menerima berkat ganda,
Yaitu bahwa seseorang yang mengirimkan ini padamu
Berpikir bahwa engkau orang yang
Sangat istimewa baginya, Dan bahwa, engkau lebih
Diberkati daripada lebih dari 2 juta orang
Di dunia yang bahkan tidak dapat membaca sama sekali".


Nikmatilah Hari-harimu, hitunglah berkat yang telah
Tuhan anugerahkan kepadamu.
Dan jika engkau berkenan, kirimkan pesan ini ke semua
Teman-teman-mu untuk mengingatkan mereka betapa
Diberkatinya Kita semua. "Dan ingatlah tatkala Tuhanmu
Menyatakan bahwa,
'Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Aku akan
Menambahkan lebih banyak nikmat kepadamu' ".

PELUKAN YANG MENYELAMATKAN



Ada sebuah kisah mengenai sepasang anak kembar yang baru dilahirkan. Salah satu dari bayi tersebut dilahirkan dengan satu kondisi jantung yang serius dan tidak memungkinkan untuk hidup. Hari-hari berlalu dan kondisi bayi tersebut semakin kritis, bahkan para Dokter sudah tidak dapat bertindak apa-apa lagi, bayi itu hampir mati.

Suatu saat seorang perawat yang bekerja di rumah sakit itu melihat si bayi sedang kritis tersebut dalam sebuah inkubator, tiba-tiba muncul ide dibenaknya untuk memasukan saudara kembar bayi tersebut kedalam inkubator itu untuk menemani bayi yang kritis tersebut. Walaupun sempat dilarang Dokter karena melanggar aturan rumah sakit, akhirnya ide perawat tersebut dilaksanakan. Saudara bayi kembar tersebut ditaruh berdampingan dalam inkubator yang sama, dengan posisi sama seperti saat meeka masih dalam kandungan.

Dan entah bagaimana, bayi yang sehat itu dapat menjangkau dan menaruh lengannya disekeliling saudaranya yang sakit itu. Dan tak lama kemudian, bayi yang sakit tersebut pelan-pelan jantungnya mulai stabil dan sembuh, tekanan darahnya menjadi normal, suhu badannya pelan-pelan normal. Sedikit demi sedikit bayi tersebut membaik. Hingga kini mereka berdua telah menjadi anak-anak yang sehat sempurna.

Saat ini seseorang entah dimana mungkin membutuhkan pelukan dan kasih dari Anda, mereka membutuhkan jamahan dari Anda. Anda mungkin tidak menyadarinya, tapi ada kesembuhan dalam tangan-tangan dan suara Anda. TUHAN ingin memakai Anda untuk mendatangkan harapan, kesembuhan, kasih, dan kemenangan kepada orang-orang kemanapun Anda pergi. Jika Anda mau berani mengalihkan pikiran Anda dari masalah-masalah Anda. Mengalihkan pikiran dari kebutuhan-kebutuhan Anda, dan berusaha menjadi berkat bagi orang lain, Tuhan akan melakukan lebih banyak lagi bagi Anda dibanding yang Anda bahkan dapat minta atau pikirkan.

Amin....

MIMPI TENTANG APA YANG TERJADI SETELAH RAPTURE (PENGANGKATAN) SHANNON JOHNSON






Shalom pasukan doa!

Shannon Johnson kembali mendapat mimpi dan kali ini mengenai apa yang akan terjadi setelah rapture. Iblis akan membuat orang-orang percaya bahwa orang-orang yang hilang(mengalami pengangkatan) telah diambil oleh makhluk asing atau Alien.

Di dalam mimpi, saya dibawa ke dalam dunia roh ke atas dunia sehingga bisa melihat seluruh dunia. Saya melihat seluruh negara mengeluarkan tanda peringatan berwarna merah. Lalu saya bertanya untuk apakah tanda merah itu? Tuhan menjawab: "Semua negara ini akan berada dalam situasi kacau seperti yang belum pernah terjadi sebelumnya, setelah gerejaKU dan perlindunganKU diambil dari dunia ini. Setiap negara akan diserbu oleh para iblis" Kemudian Tuhan membawa saya lebih tinggi dimana IA mengijinkan saya untuk melihat Sorga yang sangat indah dan menakjubkan dengan banyak tanaman yang sangat indah. Tuhan juga mengijinkan saya untuk melihat anak-anak kecil yang sedang bermain di sana. Mereka memiliki saat-saat yang menyenangkan seperti mereka sedang bermain di sungai. Kemudian saya bertanya kepada Tuhan dalam roh: Di mana orang-orang dewasa? Lalu Tuhan menunjuk ke suatu arah, dan saya melihat mereka juga sedang bermain dengan sesamanya di air terjun yang indah yang berada di atas anak-anak kecil tersebut. Mereka ini adalah orang-orang yang tadinya berada di setiap negara yang mengeluarkan peringatan dengan tanda merah tersbut. Walaupun mereka dari berbagai bangsa, mereka memiliki satu bahasa dan saling mengerti satu sama yang lain.

Kemudian Tuhan berkata: "Kita harus kembali ke bumi", dan saya melihat banyak sekali pesawat yang tampak seperti pesawat luar angkasa. masing-masing Pesawat itu masuk ke bumi dan mendarat di setiap negara tersebut. Saya bertanya kepada Tuhan: "Mengapa Engkau menunjukan hal ini?" Tuhan menjawab: "Alien(Makhluk asing) sudah mendarat" tetapi Tuhan menjelaskan bahwa ini semua bukanlah alien tapi iblis yang sedang dilepaskan bersamaan dengan pemimpin mereka Lucifer dan Lucifer sangat marah serta akan memerangi orang-orang kudus dan manusia yang ada di bumi. Tuhan memberitahu saya bahwa ini adalah Rapture/pengangkatan palsu yang dibuat oleh Lucifer dan meyakinkan orang-orang bahwa orang-orang yang diangkat(Rapture) telah diambil oleh Alien/makhluk asing. Dan Iblis-iblis yang keluar dari pesawat ini langsung menyerang orang-orang. Saya melihat iblis yang sangat besar, iblis dalam semua ukuran, bahkan dengan ukuran kecil membunuh orang-orang sambil tertawa. Tidak ada tempat bersembunyi karena mereka tahu dimana orang-orang tersebut bersembunyi. Ini seperti film horor tapi tidak ada bandingannya dengan apa yang Tuhan tunjukkan kepada saya ini. Beberapa iblis memiliki tubuh setengah manusia setengah iblis, ada juga yang memiliki gigi yang tajam dan ada juga bentuk tubuhnya mengerikan. Orang-orang berteriak melarikan diri untuk menyelamatkan diri tetapi mereka tidak dapat mati sehingga Iblis-iblis ini dapat memiliki waktu selama hidup mereka. Iblis-iblis ini terbang ke atas gedung, mengejar orang-orang dan berpesta karena mesia palsu sudah tiba.

Saya bertanya kepada Tuhan dalam roh: "Mengapa Engkau mengijinkanku untuk melihat hal ini?" Tuhan menjawab: "Aku harus menunjukkan kepada pelihatKU, sehingga ia dapat memperingatkan orang-orang mengenai apa yang akan datang. Bagi mereka yang tertinggal, mereka akan mengalami 7 tahun masa tribulasi karena mereka tidak memperhatikan peringatanKU dan akan sangat terlambat bagi-KU." Saya juga melihat ada orang-orang yang bahkan tidak disentuh oleh iblis. Saya bertanya kepada Tuhan: "Mengapa mereka tidak disentuh oleh iblis?" Tuhan memberitahu saya bahwa mereka adalah orang-orang yang sudah menerima Chip RFID dan bagi mereka yang tidak menerima tanda binatang itu maka akan disiksa karena kesaksian maupun karena namaKU."


Saya ingin menjelaskan mengenai bagian-bagian dalam mimpi saya.


*Yang pertama

Daniel 12:1 Pada waktu itu juga akan muncul Mikhael, pemimpin besar itu, yang akan mendampingi anak-anak bangsamu; dan akan ada suatu waktu kesesakan yang besar, seperti yang belum pernah terjadi sejak ada bangsa-bangsa sampai pada waktu itu. Tetapi pada waktu itu bangsamu akan terluput, yakni barangsiapa yang didapati namanya tertulis dalam Kitab itu.

Tuhan mengatakan bahwa negara-negara akan mengalami kesesakan seperti yang ditulis dalam kitab Daniel dan orang-orang yang saya lihat di Sorga adalah mereka yang namanya tertulis dalam Kitab kehidupan Anak Domba. Mereka tidak percaya akan doktrin yang menyatakan "Sekali diselamatkan akan tetap selamat" namun mereka mengerjakan keselamatan itu serta hidup kudus di hadapan Tuhan dan mengadakan pertobatan setiap hari, sehingga pada saat kesesakan itu terjadi mereka akan dibebaskan.

*Yang kedua

Mengenai pesawat-pesawat luar angkasa dan iblis yang datang ke bumi.

Wahyu 12:7-12. Tuhan memberitahu kita bahwa keselamatan telah tiba! Namun bagi mereka yang

tertinggal mereka akan melihat semua hal buruk ini. Tuhan memperingatkan bahwa musuh akan datang dan ini belum pernah terjadi sebelumnya.

*Yang ketiga

Mengenai Iblis dengan tubuh setengah manusia setengah iblis, gigi yang tajam dan tubuh yang

mengerikan. Orang-orang ibgin mati tapi tidak bisa. Mari kita menuju ke Wahyu 9:3-10.

Tuhan memberitahukan bahwa DIA menunjukkan kepada saya hal ini, seperti yang ditulis dalam Kitab Wahyu. Bayangkan apabila hal yang mengerikan ini terjadi, bayak yang ingin mati tetapi maut lari dari mereka dan ini bukanlah hal yang mudah. Apakah Anda ingin masuk ke dalam 7 tahun tribulasi ini?

*Yang ke-empat

Mengenai orang-orang yang tidak menerima tanda itu dan disiksa karena kesakian dan iman mereka.

Wahyu 20:4 Lalu aku melihat takhta-takhta dan orang-orang yang duduk di atasnya; kepada mereka

diserahkan kuasa untuk menghakimi. Aku juga melihat jiwa-jiwa mereka, yang telah dipenggal

kepalanya karena kesaksian tentang Yesus dan karena firman Allah; yang tidak menyembah binatang itu dan patungnya dan yang tidak juga menerima tandanya pada dahi dan tangan mereka; dan mereka hidup kembali dan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Kristus untuk masa seribu tahun.

Bagi orang-orang yang tertinggal, kalian harus membuat keputusan apakah menerima atau tidak tanda binatang tersebut. Dan apabila menerima tanda binatang itu maka orang tersebut akan terpisah dari Tuhan untuk selamanya dan tidak ada pengampunan bagi yang sudah menerima tanda ini.


Semua ini akan terjadi dan iblis akan secara penuh menguasai bumi. Tuhan tidak menginginkan satupun untuk terrtinggal, tetapi manusia diberikan kehendak bebas untuk memilih DIA dan Taat kepada firmanNYA atau menolak DIA, mengikuti setan dan jalan dunia ini. Terima Tuhan Yesus, cari WajahNYA dan lakukan pertobatan setiap hari, Waktunya sudah habis! Tuhan Yesus memberkati.

MIMPI SHANNON JOHNSON TENTANG MAHLUK LUAR ANGKASA (ALIEN)


 

Pada tanggal 10 Februari 2014

Shannon bermimpi melihat Pesawat luar angkasa. 
Ia melihat ada cahaya-cahaya yang berwarna warni jatuh ke bawah ke setiap negara dan Shannon melihat gambar seperti 3 dimensi dan dibuat mengerti bahwa itu adalah pesawat luar angkasa yang sangat besar yang sedang mendarat. Dalam mimpi Shannon melihat ada anak-anak kecil yang ketakutan dan ketika ditanya, mereka berkata bahwa melihat pesawat luar angkasa dan “alien”/makhluk luar angkasa yang memiliki tentakel. Tapi anehnya terlihat tulsan “U.S Government Aircraft” di badan pesawat tersebut. Entah bagaimana, dalam mimpi shannon dapat memotong tentakel dan Shannon berkata bahwa itu bukanlah “alien” tapi itu adalah malaikat jatuh.

Kemudian mimpi berubah, dan Shannon seperti berada di suatu ruangan dan ada dua orang masuk ke dalam ruangan tersebut. Tuhan membuat Shannon mengerti bahwa mereka adalah iblis yang menyamar dalam bentuk manusia. Shannon mengungkap jati diri mereka dengan memanggil nama Yesus dan menyuruh mereka keluar. Mereka menjadi marah dan Roh Kudus mengijinkan Shannon melihat siapa mereka sebenarnya. Dengan nama Yesus, Shannon mengejar mereka dan mereka melompat keluar dan tenggelam ke dalam kolam.

Tuhan menjelaskan bahwa tepat setelah rapture/pengangkatan terjadi, setan akan membuat suatu skema rapture palsu dan menjelaskan kepada semuanya bahwa orang-orang kristen sudah diambil oleh alien dan orang-orang kristen tersebut dianggap sebagai orang-orang yang jahat di muka bumi ini. Hanya itu yang bisa mereka jelaskan kepada semua orang di bumi mengenai rapture yang sudah terjadi.

Dalam mimpi ini diketahui bahwa ada dua sosok yang akan datang: Alien atau malaikat jatuh/iblis dan Iblis yang menyamar dalam rupa manusia/sebagai malaikat terang. 

Setan tahu bahwa rapture akan segera terjadi, bahkan sekarang pun banyak sekali film-film (juga film kartun untuk anak-anak) yang menceritakan tentang alien.

Shannon teringat dengan ayat berikut:

Markus 5:9-13
Kemudian Ia bertanya kepada orang itu: "Siapa namamu?" Jawabnya: "Namaku Legion, karena kami banyak." Ia memohon dengan sangat supaya Yesus jangan mengusir roh-roh itu keluar dari daerah itu. Adalah di sana di lereng bukit sejumlah besar babi sedang mencari makan, lalu roh-roh itu meminta kepada-Nya, katanya: "Suruhlah kami pindah ke dalam babi-babi itu, biarkanlah kami memasukinya!" Yesus mengabulkan permintaan mereka. Lalu keluarlah roh-roh jahat itu dan memasuki babi-babi itu. Kawanan babi yang kira-kira dua ribu jumlahnya itu terjun dari tepi jurang ke dalam danau dan mati lemas di dalamnya.

Ya rapture itu ada, dan akan terjadi. Tapi tidak ada satupun yang tahu mengenai hari dan jamnya. Maka dari itu hiduplah seperti DIA akan segera datang sekarang, hiduplah dengan pertobatan sejati dan dalam kekudusan. Setelah Mempelai Kristus pergi dari bumi ini, setan akan datang dan akan menipu banyak orang dengan skemanya. Lucunya, pendeta-pendeta yang tidak percaya akan rapture/pengangkatan yang menyesatkan jemaatnya, serta orang-orang Kristen yang suam-suam kuku tahu mengenai apa yang akan terjadi. Dan banyak sekali dari mereka yan akan menerima tanda binatang itu.

Hanya Tuhan yang tahu secara tepat apa yang akan terjadi setelah rapture/pengangkatan dan Tuhan mengatakan tidak semuanya ikut dalam pengangkatan, dan hanya Tuhan yang tahu siapa saja yang ikut dalam pengangkatan. Shannon mengungkapkan bahwa ia sering mendengar orang berkata “saya tidak sabar untuk ikut dalam pengangkatan”, inilah tanggapan Shannon: “Kalau saya...saya hanya bisa berdoa agar saya dan keluarga saya didapati layak pada saat hari pengangkatan tiba.”

Selalu berjaga-jagalah senantiasa dan Tuhan Yesus memberkati.
Blogger Widgets