
(Imamat 11:46 [LAI TB] Itulah hukum tentang binatang berkaki empat, burung-burung dan segala makhluk hidup yang bergerak di dalam air dan segala makhluk yang mengeriap di atas bumi,
11:47 yakni untuk membedakan antara yang najis dengan yang tahir, antara binatang yang boleh dimakan dengan binatang yang tidak boleh dimakan.")
Ibrani:.זֹאת תּוֹרַת הַבְּהֵמָה, וְהָעוֹף, וְכֹל נֶפֶשׁ הַחַיָּה, הָרֹמֶשֶׂת בַּמָּיִם; וּלְכָל-נֶפֶשׁ, הַשֹּׁרֶצֶת עַל-הָאָרֶץ
.לְהַבְדִּיל, בֵּין הַטָּמֵא וּבֵין הַטָּהֹר; וּבֵין הַחַיָּה, הַנֶּאֱכֶלֶת, וּבֵין הַחַיָּה, אֲשֶׁר לֹא תֵאָכֵל
Mengapa Tuhan melarang kita untuk memakan makanan haram dan hanya yang halal saja yang boleh dimakan? Sebenarnya kita jadi terlalu anti dengan kata “haram” dan “halal” tanpa memahami makna sesungguhnya kata tersebut. Padahal kata “Halal” dalam bahasa Ibraninya adalah “Tahor טהור” yang arti sesungguhnya adalah “bersih”, sedangkan kata “haram” dalam bahasa Ibraninya adalah “Tame טמא” yang artinya adalah “tidak bersih, kotor, jorok”.
Jadi sebenarnya, lebih tepat dikatakan bahwa Tuhan melarang kita makan babi, kerang, udang, lele, siput, monyet, anjing, kucing, cumi-cumi, dll adalah karena binatang-binatang itu adalah binatang-binatang yang “tidak bersih, kotor, jorok”.
Analogi gampang seperti ini, jika kita saat ini sebagai seorang orang tua, maka kita sudah pasti akan melarang anak-anak kita untuk makan-makanan pinggiran/ abang-abangan yang jelas-jelas jorok dan kotor. Kenapa? Karena kita tahu bahwa anak-anak kita pasti akan sakit jika kita mengizinkan mereka makan-makanan kotor tersebut. Itulah sebabnya kita melarang anak-anak kita untuk tidak makan-makanan jorok dan kotor tersebut.
Begitu juga dengan Tuhan, Tuhan jelas akan melarang kita makan babi, kerang, udang, lele, siput, cumi-cumi, belut, monyet, kucing, anjing, dll. Kenapa? Karena Tuhan tahu bahwa binatang-binatang itu adalah binatang-binatang yang “tidak bersih, kotor, dan berbahaya” untuk dimakan. Tuhan adalah pencipta dari binatang-binatang tersebut. Dia tahu persis bahwa Dia menciptakan binatang-binatang tersebut bukan untuk dimakan, tetapi untuk membersihkan limbah, kotoran, sampah, dan berbagai macam kotoran-kotoran lainnya.
Contohnya lele yang notabenenya makanannya adalah tahi manusia, kotoran, limbah, dll. Lele memang diciptakan Tuhan untuk makan kotoran-kotoran seperti itu agar kolam atau sungai menjadi bersih. Jadi, Tuhan menciptakan lele bukan untuk dimakan manusia, tetapi untuk membersihkan sampah, limbah, dan kotoran. Begitu juga dengan kerang yang Tuhan ciptakan untuk memakan zat-zat limbah yang ada di laut agar kebersihan laut tetap terjaga. Jadi, kerang juga bukan untuk dimakan oleh kita.
Anehnya, kita sebagai manusia malah suka untuk memakan binatang-binatang pemakan kotoran, sampah, limbah tersebut. Limbah-limbah dan kotoran-kotoran tersebut akan masuk ke tubuh kita dan menjadi racun bagi kita. Maka tidak usah heran banyak yang akan terkena kanker, tumor, keracunan, cacing, dll. Bahkan, tidak sedikit yang mati gara-gara hobi makan-makanan haram tersebut.
Tuhan sebagai Bapa yang baik tentu tidak ingin anak-anak-Nya menjadi sakit atau menderita hanya karena kita memakan makanan-makanan kotor dan jorok tersebut. Adakah Bapa yang ingin anaknya makan racun atau kotoran? Silahkan renungkan sendiri. Itulah sebabnya, YHWH, Bapa kita yang di sorga melarang kita untuk makan-makanan haram tersebut karena kita adalah umat-Nya yang kudus
(Imamat 11:44 [LAI TB] Sebab Akulah TUHAN, Allahmu, maka haruslah kamu menguduskan dirimu dan haruslah kamu kudus, sebab Aku ini kudus, dan janganlah kamu menajiskan dirimu dengan setiap binatang yang mengeriap dan merayap di atas bumi.
11:45 Sebab Akulah TUHAN yang telah menuntun kamu keluar dari tanah Mesir, supaya menjadi Allahmu; jadilah kudus, sebab Aku ini kudus.)
Tuhan peduli dengan kekudusan tubuh kita karena tubuh kita adalah Bait Allah. Jadi, jangan kotori tubuh kita dengan mempersingkat umurnya hanya karena kita makan makanan racun. Kita adalah bangsa yang kudus, maka haruslah kita kudus dan menjauhkan diri dari makanan-makanan tidak tahir tersebut.
Sayangnya, hampir 90% orang-orang Kristen justru malah meyakini bahwa perintah-perintah ini sudah tidak berlaku lagi. Tidak sedikit yang mengajarkannya adalah para pendeta ataupun para pengajar firman Tuhan sendiri. Padahal apa kata Tuhan Yesus?
(Matius 5:17 [LAI TB] "Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.
5:18 Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.
5:19 Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga.
5:20 Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.)
Tuhan Yesus saja sudah berkata bahwa Dia tidak meniadakan Hukum Taurat dan sudah mewanti-wanti bahwa barangsiapa yang berani meniadakan Hukum Taurat, bahkan perintah yang paling kecil saja, maka Tuhan Yesus sendiri yang akan memastikan bahwa orang tersebut akan duduk di dalam tempat terendah di dalam Kerajaan Sorga.
Kalau Tuhan Yesus saja sudah memberikan jaminan sejelas ini mengenai Hukum Taurat, mengapa justru mayoritas orang-orang Kristen dan para pengajar-pengajarnya justru mengajarkan sebaliknya untuk menentang Hukum Taurat bahwa kita boleh makan-makanan tidak tahir dan berbahaya tersebut? Well, simpulkan sendiri dan putuskan sendiri apakah kita mau taat atau tidak. Namun percayalah, kita justru akan umur panjang dan sehat walafiat jika saat menuruti perintah-perintah Tuhan ini untuk tidak makan-makanan haram, kotor, dan beracun tersebut.
Salam Kasih. Tuhan Yesus memberkati

Tidak ada komentar:
Posting Komentar