Rabu, 30 November 2016

JANNET BALDERAS CANELA – PENGLIHATAN PENGANGKATAN, TRIBULASI, KOTA KUDUS, TAHTA ALLAH



Maria berkata, “Mengapa kamu menyembah ku? mengapa, Jika aku tidak memiliki Kuasa ! Mengapa kamu menyembahku ? Aku tidak melakukan sesuatu apapun! Jangan menyembahku! Jangan bertelut padaku! Aku tak dapat menyelamatkanmu! Yang hanya dapat menyelamatkan, yang hanya dapat menebusmu ialah Yesus, yang telah mati untuk semua manusia! Banyak orang mengatakan aku memiliki kuasa, bahwa aku dapat mendatangkan mujizat-mujizat, tetapi semua itu tipu muslihat ! aku tidak dapat berbuat apapun!”

Aku datang segera. Peganglah apa yang ada padamu, supaya tidak seorangpun mengambil mahkotamu. (Wahyu 3 : 11).

Gambar gadis kecil diatas hanya illustrasi. Sejujurnya kesaksian ini mengandung kontroversi. Didoakan supaya Roh Kudus membukakan pikiran kita supaya kita bisa bijaksana dalam melakukan pilihan. Amen.

Shalom, inilah penglihatan Jannet : Penglihatan Pengangkatan, Tribulasi, Kota Kudus, Tahta ALLAH dan setan. Kesaksian gadis kecil berumur 8 tahun yang ditemui Yesus Kristus. (Jannet Balderas Canela). Diterjemahkan dari audio bahasa spanyol. Kesaksian ini telah di verifikasi dan di konfirmasikan oleh nabi yang dipercayakan.

Saudara/i, Kiranya Tuhan memberkati-mu pada saat ini.

Marilah kita membaca Alkitab dalam 2 Korintus 12:1-4, Firman Allah yang Kudus. Dalam Nama Bapa, dan Anak, dan Roh Kudus “Aku harus bermegah. Sekalipun memang hal itu tak ada faedahnya, namun demikian aku hendak memberitakan penglihatan-penglihatan dan penyataan-penyataan yang kuterimah dari Tuhan. Aku tahu tentang seorang Kristen; empat belas tahun yang lampau, entah didalam tubuh aku tidak tahu entah diluar tubuh aku tidak tahu—Allah yang mengetahuinya. Ia tiba-tiba diangkat ke Firdaus dan ia mendengar kata-kata yang tak terkatakan, yang tidak boleh di-ucapkan manusia.”

Saya hubungkan anda dalam pengalaman-ku bersama Yesus pada 5 September, 1999. Kami berada di Gereja dan Kuasa Allah memenuhi kami. Saya terjatuh ke lantai dan merasakan kehadiran Allah didalam-ku. Seolah-olah menawarkan-ku, dan mulai-lah suatu Penglihatan padaku.

Dalam penglihatan, Saya melihat ada dua jalan, satu sangat lebar, dan banyak orang berjalan pada jalan itu, tetapi mereka berjalan menuju pada kehancuran mereka. Jalan yang berikut sangat sempit, Saya melihat banyak orang yang berjalan pada jalan itu, memuji dan memuliakan Tuhan.

Lalu Tuhan menunjukan penglihatan lain dimana Malaikat sedang berperang dengan seekor Naga. Naga ini melemparkan api dan iblis-iblis ke bumi ini.

Kemudian ku-lihat sebuah Jam sangat bercahaya. Terbuat dari emas. Jam menunjukkan pukul dua belas. Namun ku-lihat sebuah tangan menarik jarum jam kembali pada angka sebelas. Tuhan berkata padaku,” Lihat,Hamba-Ku, Ku-kembalikan jam itu sebab umat-Ku tak siap seperti yang Ku inginkan, Ku-kembalikan waktu itu, sebab Umat-Ku tidak memuji-Ku seperti yang KU-inginkan, namun besar Anugerah-Ku, kesempatan terakhir Ku-berikan, supaya setiap orang yang bertelut pada kaki-KU menerima kehidupan kekal”

Sementara aku berada di lantai. kulihat seorang penunggang kuda datang. Tuhan mendekati tempat dimana aku berada Di-ulurkan tanganNya, dan kurasakan Roh-ku keluar dari tubuhku dan didekap-NYA. Kami mulai menunggang kuda, menanjak dan berhenti di tempat yang tidak tinggi ataupun rendah. Dia berkata padaku, “Lihat hamba-Ku, Telah Ku-katakan bahwa Aku datang membawa-mu, dan itulah yang Ku-lakukan sekarang, sebab apa yang keluar dari mulut-Ku Aku menggenapinya. Apa yang kukatakan, itu yang Ku-perbuat. Itulah sebabnya Aku membawa-mu ke tempat ini.

Pertama-tama akan Ku-tunjukan padaMu Luka-luka-Ku, agar kau dapat perhitungkan dan tak pernah melupakan apa yang telah Kuperbuat bagimu sekalian.”

Kami tiba pada Takhta Allah dan Tuhan menunjukan-ku dimana paku-paku itu terletak dan bagian tubuhNya yang tertikam. Dia menangis. Kulihat bekas-bekas luka dan bilur-bilur yang telah diangkutNya bagi kita semua.

Dia berkata, “Lihat Hamba-Ku, banyak diantaramu yang tidak memperhitungkan semua yang telah kuperbuat bagimu, banyak diantaramu lupa bahwa Aku telah mati di salibkan bagimu, Ku-rasakan sakit hamba-Ku. Rasa Sakit yang sangat saat Umat-Ku menyangkal-Ku, seperti membuka luka-luka itu kembali, sangat menyakiti-Ku. Seolah-olah mereka menyalibkan-Ku kembali.”Ku-lihat Tuhan menangis, Sakit saat kita mengecewakan-Nya.

-SURGA-

Dia berkata, “Hamba akan Ku-tunjukan banyak hal, jalan emas dan lautan kaca, agar kau dapat pergi dan sampaikan pada umatKu segala keindahan yang Kusiapkan bagi mereka.”

Kami tiba pada jalan indah. Tak pernah Kulihat dibumi. Jalan-jalan itu bercahaya! Tuhan berkata, “HambaKu, sentuhlah jalan emas ini, sebab kau dan umat-Ku akan hidup disini, ketempat ini umat-Ku akan segera tiba.” Ku-lihat refleksi kami yang sedang menunggang kuda pada jalan itu.

Lalu kami tiba pada lautan kaca, sangat indah. Tuhan berkata, “HambaKu, semua ini bukan untuk-Ku, semua ini untuk umat-Ku. Semua yang engkau jamah telah Aku siapkan dengan cinta-Ku bagi umat-Ku. “Dia berkata, “Hamba marilah, sebab akan Ku-tunjukan hal –hal lain.”

Selanjutnya kami tiba di tempat dimana saya melihat kemuliaan Allah, dan merasakan Kuasa Nya. sungguh indah. Kulihat meja-meja, saya bertanya, ” Tuhan untuk apa meja-meja ini ? ” Dia katakan, “Hamba, ingat perjamuan kawin anak Domba, ingat bahwa pada meja-meja ini akan dirayakan perjamuan kawin anak Domba. “Kulihat meja-meja yang tak terhitung banyaknya, dan tak dapat melihat ujung-ujungnya. Ada Malaikat pada setiap meja, saya bertanya, “Tuhan, mengapa ada Malaikat pada setiap meja dan kursi?” Tuhan berkata, “Hamba-Ku, Mereka ini sedang mendekorasi meja-meja ini, dan bersiap pada setiap meja sebab Aku telah selesai menyediakan segala sesuatu.”

Saudara/i ku, meja-meja itu sangat bercahaya; semuanya terbuat dari emas. Meja-meja itu sangat indah didekorasikan. Kulihat bagaimana Malaikat-malaikat menaruh garpu, pisau, sendok, gelas, dan peralatan lain yang terbuat dari emas, sangat indah. Tuhan berkata, “Hamba, katakan pada umat-Ku bersiap sebab segera Aku akan membawa mereka supaya mereka dapat datang ketempat ini dan menikmati perjamuan kawin anak Domba.” Sangat indah; Hadirat Tuhan dapat dirasakan disana, Kemuliaan dan Kemaha-Kuasaan-Nya!

Tuhan berkata, “Hamba, kemarilah sebab Aku akan menunjukan hal-hal yang lain.”Kami tiba pada suatu tempat dengan banyak pintu, sangat indah. Saya berkata, “Tuhan apa dibalik pintu-pintu ini ?” Dia berkata, “dibalik pintu-pintu ini adalah Rasul-Rasul Ku, di balik pintu-pintu ini adalah nabi-nabi-Ku, di balik pintu-pintu ini adalah mereka yang sekali berjalan dibumi memuji dan memuliakan Nama-Ku.”

MARIA

Kami menunggang lagi dan tiba pada sebuah pintu yang setengah terbuka, Tuhan berkata, “Hamba kemarilah, sebab dibalik pintu ini adalah Maria. Mendekatlah dan dengar apa yang sedang dikatakannya, supaya kau dapat pergi dan katakan pada Umat-Ku, katakanlah pada mereka bagaimana Maria sedang menderita.”

Saya mendekat dan melihat seorang gadis muda, yang sangat cantik, dan sangat elok parasnya. Sedang melihat melalui suatu jendela yang kecil. Dia sedang bertelut dan melihat ke bawah memandang bumi, menangis karena kesakitan yang sangat.

Maria berkata, “Mengapa kamu menyembah ku? mengapa, Jika aku tidak memiliki Kuasa ! Mengapa kamu menyembahku ? Aku tidak melakukan sesuatu apapun! Jangan menyembahku! Jangan bertelut padaku! Aku tak dapat menyelamatkanmu! Yang hanya dapat menyelamatkan, yang hanya dapat menebusmu ialah Yesus, yang telah mati untuk semua manusia! Banyak orang mengatakan aku memiliki kuasa, bahwa aku dapat mendatangkan mujizat-mujizat, tetapi semua itu tipu muslihat ! aku tidak dapat berbuat apapun!

Allah yang Maha Kuasa berkenan denganku dan menggunakan rahimku agar Yesus dapat lahir dan menyelamatkan setiap orang, tetapi aku tidak memiliki kuasa apapun. Aku tak dapat melakukan apapun! Jangan bertelut padaku! Jangan menyembahku! Sebab aku tak layak disembah. Hanya satu Yang layak, yang disembah dan didambahkan adalah Yesus! Dialah satu-satuNya yang menyembuhkan dan menyelamatkan!”

Saya dapat melihat wanita muda itu sedang dalam kesakitan yang sangat, penuh dengan kepedihan dan tangisan. Dia berkata, “Tidak! Tidak! Jangan menyembahku! Mengapa kamu bertelut padaku ? Aku tidak melakukan apapun !”

Saudara/i terkasih, sangat luar biasa dapat melihat wanita muda ini, bagaimana dia menangis dengan kepedihan dan kesedihan.

JUBAH-JUBAH DAN MAHKOTA-MAHKOTA

Tuhan mengatakan padaku, “Hamba kemarilah, sebab Aku akan terus menunjukan hal-hal padamu.” Kami tiba pada tempat indah dimana Aku dapat merasakan kemuliaan Allah. Saya melihat barisan jubah-jubah putih, sangat putih dan indah! Saya menyentuhnya dan Tuhan berkata, “Hamba, jamahlah, sebab jubah-jubah ini adalah untuk kamu sekalian.”

Ku-lihat banyak Jubah dan kujamah. sangat putih dan bercahaya, tak ada sepertinya yang pernah kujamah dibumi ini. Tuhan berkata,”Hamba, bagimulah sekalian Jubah-Jubah ini.”Air mata jatuh di pipi Tuhan. Ia berkata,” Hamba, banyak dari jubah ini akan berada disini, menunggu seseorang untuk membawanya. Banyak Jubah ini akan berada disini, menunggu sebuah tubuh.””Mengapa Tuhan ?” Saya bertanya. “Sebab banyak yang tidak menyembahKu seperti yang Ku-inginkan, banyak yang tidak menaruh perhatian terhadap semua yang telah Ku-perbuat bagimu sekalian. Hamba, banyak Jubah ini akan berada disini, menunggu sebuah tubuh, sebab dalam Kerajaan Ku Aku tidak menerima sesuatu yang kotor. Aku hanya mengijinkan hal-hal yang Kudus, sebab ada tertulis pada FirmanKu, Kuduslah kamu, sebab Aku Kudus.” (1 Petrus 1:16)

Saya melihat banyak Jubah; Masing-masing Jubah memiliki nama yang tertulis dengan emas. Kujamah Jubah yang kecil dan yang berbeda ukuran, dan saya bertanya, “Tuhan, yang kecil –kecil ini, siapakah yang akan memakainya?” Tuhan menjawab, “Hamba, ingat anak-anakKu yang kecil, ingat yang kuperolah untuk masing-masing mereka, Aku bukanlah seorang pemberi Hormat, Jubah-Jubah ini bagi anak-anakKu yang memuji NamaKu, mereka adalah anak-anakKu yang suka pergi ke RumahKu dan memuji NamaKu, Aku bahkan menyediakan sesuatu yang besar bagi mereka. Aku mempunyai-Nya bagi setiap orang yang mencariKu, Bagi semua yang datang bertelut pada KakiKu, Aku memberikan Kehidupan yang kekal.”

Kami menunggang lagi dan segera tiba pada suatu tempat yang penuh dengan Mahkota-Mahkota. sangat mewah, Mereka berkilauan, saya berkata,” Oh Tuhan ! Mereka, sangat indah. Untuk siapakah Mahkota-Mahkota itu ? Tuhan berkata, “Hamba,mahkota-mahkota yang kau jamah ini, adalah bagi mereka yang sungguh-sungguh memuliakan-Ku, Bagi mereka yang sungguh-sungguh memuliakan NamaKu seperti yang Kuinginkan.”

Tuhan menunjukanku Mahkota lain, namun saat kuperhatikan hanyalah bingkaian. Kemudian Tuhan berkata, “Hamba lihatlah ini.” Dan Kulihat Mahkota lain, Mahkota ini terbuat dari semak duri saya bertanya, “Tuhan, Jangan biarkan sebuah Mahkota berduri atau hanya bingkai bagiku!” Tuhan berkata, “Hamba, ditempat ini ada tiga tipe Mahkota : yang mewah dan yang bersinar yang dapat dilihat dan dijamah adalah bagi mereka yang sungguh – sungguh memuliakan NamaKu, bagi mereka yang dengan segenap hati memuji NamaKu. Bagi mereka yang bekerja pada kebun anggurKu, bagi mereka yang senang berada di RumahKu, bagi mereka yang mengabdi dan bersukacita dalam penderitaan bagi FirmanKu. Mahkota lukisan, yang dapat kau lihat dan jamah adalah bagi mereka yang bermain-main dengan FirmanKu, bagi mereka yang tak mau berada di RumahKu, bagi mereka yang tak mau berpuasa, atau bersungguh-sungguh, bahkan tidak memuliakan NamaKu, Mahkota itu bagi mereka yang memujiKu dengan mulut tetapi bukan dengan hati seperti yang Ku inginkan. Mengapa HambaKu ? Sebab tak seorangpun dapat menipuku, tak ada tempat persembunyian dihadapanKu. Hamba, Mahkota itu terbuat dari onak duri. yang kau jamah dan lihat, adalah bagi mereka yang membuat lelucon dengan FirmanKu, bagi mereka yang mengkritik FirmanKu, bagi mereka kepada siapa Aku mengetok pintu hati tetapi mereka tidak menerima FirmanKu, bagi mereka yang mengkritik FirmanKu, bagi mereka yang Kuketok pintu hati mereka tetapi tak mau menerima FirmanKu, bagi mereka semua yang mengkritik FirmanKu.”

PENGLIHATAN PENGANGKATAN

Tuhan berkata,”Hamba akan Ku-tunjukan saatnya, bagaimana kedatangan Ku akan terjadi.” Saya berkata,”Tuhan telah banyak yang kulihat, mengapa Tuhan menunjukkan ku yang lebih ?” Kami tiba pada Tahta Allah, aku lihat ribuan Malaikat berkumpul. Kami mulai turun, dan berhenti pada awan-awan putih yang indah. Tuhan memberi perintah pada Malaikat-malaikat untuk datang dan menerima Gereja, Tuhan katakan, “Hamba perhatikan baik-baik, beginilah saatnya Aku datang kembali, inilah kedatanganKu.”

Kulihat orang-orang terangkat di ke-empat penjuru bumi, memuji nama Tuhan. Dan dipenuhi kuasa Allah. Berpakaian putih dan terangkat. Mereka nyanyikan lagu indah,”Kudus,Kudus, Kuduslah ya Tuhan ! Terimakasih Bapa ! Sebab Engkau telah mengangkat kami ! Terima kasihTuhan, sebab Engkau telah mengangkat kami ! ”

Kulihat berbagai jenis orang, tinggi, pendek, hitam, putih. Semua orang, dan semua Malaikat terangkat bersama-sama ke arah dimana kami berada. Semuanya penuh Ucapan Syukur bagi Tuhan, kami semua berkata, “Kudus ! Kudus ! Kuduslah Tuhan !” sangat luar biasa, Saya melihat banyak orang dan berpikir saya mengenal mereka. Mereka semua dipenuhi kemuliaan Allah.

PENGLIHATAN MASA TRIBULASI (KESUKARAN)

Setelah itu kami tiba pada Takhta Allah, Tuhan berkata,”Hamba, marilah.” Kami keluar dari ruangan Tahta dan tiba di suatu tempat berjendela kecil. Tuhan berkata, “Hamba, pandanglah ke bawah.” kulihat desolasi yang buruk, desolasi yang dahsyat; seluruh bumi penuh kesulitan dan penderitaan. Tuhan berkata, “Lihat Hamba, inilah yang akan terjadi setelah Ku-jemput Umat-Ku dari bumi, kejadian ini setelah kedatangan-Ku, kejadian ini setelah Gereja-Ku berada disini bersama-Ku.” Kulihat desolasi yang sangat dasyat.

Kulihat orang merayakan sesuatu sejenak, lalu, Kulihat bapa mencari anaknya, seorang ibu mencari anak-anak perempuannya, namun tak menemukan, karena Allah yang Maha Kuasa telah membawa mereka. Keluarga mencari keluarganya namun tak menemukannya. Orang-orang mencari tetangga nya namun tak menemukannya, sebab Tuhan telah mengangkat mereka bersama-sama dengan Dia.

Sesuatu yang dahsyat telah terjadi diseluruh bumi. Ku-lihat pendeta berlari dari satu tempat ketempat lain, saya bertanya, “Tuhan, mengapa orang itu berlari kian kemari ? ” Tuhan menjawab,” Hamba, orang ini seorang pendeta, namun karena Dia mengira Aku akan berlambat, diapun tertinggal. Dia tak mengira Aku datang sekarang, dia mengira saat kedatanganKu sangat lama, itu sebabnya dia tertinggal.” Pendeta itu berlari kian kemari, berkata “Tuhan, mengapa saya tertinggal dibelakang? Jika saya seorang Pendeta, jika saya mempunyai posisi dalam Gereja, dan Gereja telah pergi, saya tertinggal ? mengapa ?” Tuhan menjawab,” Hamba, Aku tak dapat berbuat sesuatu sekarang, dia mengira kedatanganKu akan di perlambat, sebab itu, dia tertinggal. ”

Kulihat orang itu disiksa. Dia berkata,”Yang Kuinginkan yaitu di angkat bersama Yesus! yang kumau yaitu bersama Tuhan sebab aku tak mau disini dan menderita dalam kesusahan yang besar ini ! “dia terus berlari kian kemari dan bertanya pada dirinya,” mengapa saya tertinggal ? Bawalah saya denganMu Tuhan! Saya tak mau disini dan menderita!” Tuhan berkata, “Hamba, tak ada yang dapat Kuperbuat sekarang, sekian lama Aku berbicara dengannya dan berkata bahwa Aku datang segera, namun dia tidak mempercayai-Ku, baiklah, sekarang dia tertinggal.”

Saya melihat orang-orang berlari kian kemari. Sangat banyak, putus asa, mencoba mencari damai namun tak menemukan. Mereka berteriak,”Kami inginkan Firman Hidup! Kami haus Firman Allah!” Namun sudah terlambat, sebab Tuhan telah membawa Gereja bersamaNya.

Kulihat anak-anak muda perempuan dan lelaki berlari di hutan, dan gunung-gunung mencoba mencari damai. Namun tidak menemukan. Tuhan berkata mengapa,’ Hamba Aku telah membawa GerejaKu, sekarang setan-lah yang mengontrol.” Setan mengontrol dan kesusahan sedang terjadi dibumi ! Orang-orang berlari dari satu tempat ke tempat lain. mereka mau memakan sesamanya hidup-hidup, dan tarik menarik rambut. Menyalakan satu sama lain dan saling menyakiti, sebab mereka ingin kedamaian, namun tak menemukannya ! sangat sulit sebab Tuhan telah membawa GerejaNya.

Masa sukar di bumi, Kulihat hal buruk. Banyak orang menyakiti satu sama lain,mengatakan, “kami inginkan kasih ! Kami inginkan damai !” Namun terlambat! Tuhan berkata,”Lihat HambaKu, Aku telah berbicara pada mereka, Aku memberikan waktu mengetok pada pintu hati orang-orang ini, Namun mereka tak mau melihat padaKu. baiklah, sekarang mereka tertinggal, dan tak ada yang dapat Ku-lakukan bagi mereka sekarang. mengapa, sebab Aku telah membawa GerejaKu bersama-Ku. Sedang Umat-Ku berada di Surga dengan-Ku menikmati perjamuan kawin anak Domba, sementara orang-orang ini dalam penderitaan, akan ada tangisan dan kertak gigi. Sebab mereka tidak menuruti Firman-Ku, mereka lebih suka ber-lelucon dan mengkritik Firman-Ku.”

KITAB KEHIDUPAN

Tuhan menunjukan sebuah buku besar. bercahaya dan terbuat dari emas. Saya berkata, “Tuhan buku besar itu, untuk apakah itu ?” Dia menjawabku, “Hamba dalam buku ini ada nama-nama mereka yang memuji-Ku, dan nama-nama mereka yang bertobat dan mencari jalan-jalan-Ku. Sebab inilah Kitab kehidupan. Dalam buku ini tertulis mereka semua yang berkumpul bersama memuji dan memuliakan Nama-Ku.” Buku itu sangat besar, ditulis dengan emas. Dia berkata, “Lihat Hamba-Ku, banyak nama-nama ini belum Ku-hapus sebab besar Anugerah-Ku, banyak telah berpaling. Banyak telah membelakangi-Ku, namun Anugerah-Ku besar sehingga belum Ku-hapus mereka, sebab tidak Ku-kehendaki seorangpun binasa, tetapi menerima hidup Kekal.” Kujamah, dan kulihat banyak nama tertulis didalam nya.

NERAKA

Kemudian Tuhan berkata,”Hamba, Akan Ku-tunjukan neraka.” saya berkata, “Tuhan, jangan, saya tak mungkin menghadapinya, semua yang Engkau tunjukan, sudahlah cukup.” Tuhan berkata padaku, “Hamba akan Ku-tunjukan neraka, agar kau pergi dan beritakan pada Gereja dan manusia bahwa ada Surga dan juga ada Neraka.” Kami mulai turun. Masih jauh dari neraka saat kudengar jeritan dan keluhan. Saya berkata, “Tuhan bawalah saya keluar dari sini, sebab saya tak mampu menghadapinya!” Tuhan menjawab,”Lihat Hamba, jangan takut sebab Aku menyertai-Mu.”

Kami turun melalui beberapa terowongan. Gelap pekat di tempat itu seperti tak pernah kurasakan di bumi Kami lalui beberapa tembok dan kudengar banyak jiwa-jiwa yang menjerit dan berteriak, teriakan kesakitan dan kepedihan. Tuhan berkata,”Hamba mari berjalan.” Kami tiba pada tempat dimana ada orang berteriak. Saya bertanya, “Tuhan,mengapa kami berhenti disini ?” Dia menjawab, “Lihat Hamba, perhatikan orang ini, sebab orang ini adalah keluargamu di dunia.” Saya berkata,”Tuhan siapa dia ? Saya tak dapat mengenalnya.” Tuhan berkata, “dia adalah nenekmu sewaktu didunia, dia keluargamu, tetapi dia sangat tidak percaya, itulah sebabnya dia disini.

Ia berkata, “Tolong berikan aku air, bawa aku keluar dari sini, sebab saya tak dapat menahan penderitaan ini, saya haus.” Namun saya tak dapat berbuat sesuatu, hanya menangis. Dan berkata,”Tuhan untuk AnugerahMu yang pasti dan untuk kebaikanMu yang pasti, bawalah ia keluar dari sini ! mengapa ia disini, jika orang tua ku berkata bahwa ia di Surga ?”

Tuhan berkata, “Hamba, Pendeta katakan pada orang tuamu bahwa dia telah pergi ke Surga, namun itu tipu. penipuan, sebab dia menyembah khayalan, dia mendambakan khayalan-khayalan, dan lihat bagaimana khayalannya tak dapat menyelamatkannya. Berulangkali Aku mengetok pintu hatinya, agar dia membukanya, dan Aku akan masuk, namun dia memutuskan untuk berlelucon dengan Firman-Ku. Dia putuskan lebih baik mengikuti dunia daripada Menghormati NamaKu, dan itulah sebabnya dia berada disini. Dia tak pernah ingin menerima Firman-Ku, dia tak pernah ingin bertobat, dan pendeta mengatakan pada mereka bahwa ia telah terbang ke surga dan bahwa dia telah berada dirumahnya di surga, namun itu suatu tipuan. Lihat HambaKu, dimana dia.” Dia menangis dalam kepedihan. Dan berkata, “berikan aku air ! Bawalah aku keluar dari sini !” Tuhan berkata,”Hamba, Aku tak dapat melakukan sesuatu, Jiwa ini bukan milik-Ku lagi.” Kami berbalik dan melangkah pergi. Dia berteriak, “Tidak ! Jangan tinggalkan aku disini ! Berikan aku air ! bawalah aku keluar dari sini !” dia tak dapat berbuat apa-apa.

Kami terus melihat banyak orang. Jiwa-jiwa mencoba menjamah Jubah Tuhan, dan berkata, “Bawalah kami keluar dari sini !” tetapi Tuhan berkata pada mereka, “Enyahlah dari padaKu, sebab engkau bukan kepunyaanKu lagi, punyamulah setan dan iblis-iblisnya.” Itu suatu tempat yang buruk, dengan banyak jiwa-jiwa, sangat banyak orang.

Tahta Setan

Kami tiba di tempat buruk, Tuhan berkata, “Lihat Hamba, Akan Ku-tunjukan tahta setan.” Saya berkata,”Tidak Tuhan! Saya tak mau melihat takhta itu!” Ia membalas,”Hamba jangan takut, sebab Aku menyertaiMu.” Kamipun tiba di tempat menakutkan, Kulihat kursi besar dan setan diatasnya. dia memiliki kuku yang besar, dia tertawa-tawa, tak dapat berhenti. Kulihat iblis dimana-mana. dalam berbagai ukuran, kulihat penguasa-penguasa, pertahanan-pertahanan, dan banyak iblis-iblis yang berbeda. Kulihat setan memberikan perintah pada roh-roh jahat, untuk pergi ke dunia dan memprovokasi segala macam perkara jahat. Kulihat bagaimana roh-roh jahat ini pergi dan meyebabkan kehancuran, pembunuhan, pertikaian, perceraian serta segala bentuk kejahatan. Lalu mereka kembali dan melaporkan apa yang mereka telah buat. Dan setan akan tertawa-tawa. dan ia memberikan hadiah pada iblis-iblis itu, dan iblis-iblis itu mulai merayakannya, dan memujinya serta bernyanyi untuknya.

Kulihat setan mempunyai rancangan besar menghancurkan orang Kristen, menghancurkan hamba-hamba Allah. Kulihat Gereja-Gereja megah dan jemaat yang modernisasi. Tuhan berkata,”Lihat Hamba, Gereja-Gereja ini telah dipengaruhi oleh setan, mereka tak akan diangkat bersama denganKu.”

Tuhan tunjukan bagaimana setan menyebabkan pembunuhan, dan semua jiwa-jiwa itu yang tiba di tempat terkutuk ini, sebuah tempat keji. Kulihat tungku perapian, dan Tuhan berkata, “Lihat Hamba, ini adalah neraka.”

Setiap saat iblis-iblis menyebabkan pembunuhan, jiwa-jiwa itu jatuh kedalam perapian. Api lalu membakar melelehkan mereka. Jiwa-jiwa itu menangis dalam kesakitan dan siksaan, dan roh-roh jahat akan kembali pada takhta setan dan menceritakan apa yang mereka lakukan. setan akan tertawa-tawa dan memberi hadiah pada roh-roh jahat itu. mereka lalu menyanyi dan melompat bagi setan, dan merayakannya. setan tertawa dengan gembira dan bangga sebab semua jiwa-jiwa yang tiba di neraka. Jiwa-jiwa ini jatuh setiap detik, setanpun sangat bangga dan membuatnya tertawa-tawa.

Inderaku merasakan iblis-iblis disekitar itu, sangat banyak kubu-kubu pendirian. Saya berkata, “Tuhan tolong bawah saya keluar dari sini, saya tak dapat bertahan lagi.” Iblis-iblis akan menikam dan mengganggu jiwa-jiwa itu. jiwa-jiwa ini akan menjerit, “tinggalkan kami sendirian ! tinggalkan kami dalam damai, kami tak mau diganggu lagi, kami ingin kedamaian!” iblis-iblis inipun tertawa.

KOTA KUDUS

Setelah itu kami pergi dan Tuhan berkata, “Lihat, Hamba Aku akan menunjukan Kota Kudus, agar kau dapat pergi dan katakan pada umat-Ku keagungan yang kusiapkan bagi mereka.” Kami menanjak dan tiba pada suatu tempat yang indah, dimana ada pepohonan indah, cemara yang sangat tinggi. Segala sesuatu sangat indah disana. Saya dapat merasakan kedamaian.

Ada pelangi indah Pada pintu kota itu. Banyak malaikat pada kedua sisi jalannya. Kami melalui pintu dan Tuhan berkata, “Hamba, inilah Kota Kudus.” Kami berjalan hingga tiba pada sebuah taman yang dipenuhi bunga-bunga rose indah, yang tak pernah kulihat di bumi.

Kulepaskan tangan Tuhan lalu berlari ke taman. Kupeluk bunga–bunga itu, mereka sangat sempurna dan aromanya sangat nikmat. Saya hendak memetik bunga namun Tuhan berkata, “tidak Hamba, belum saatnya mengambil sesuatu. Kau dapat mengambil bunga-bunga ini saat umat-Ku tiba disini, saat Gereja-Ku tiba ditempat ini, lalu dapat kau-ambil bunga-bunga ini.” Saya katakan, “Tuhan, ku-ingin membawa hanya satu bunga agar dapat kutunjukan pada semua Gereja dibumi.” Tetapi Tuhan berkata, “Tidak, hamba, karena Umat-Ku belum tiba disini.” Kulihat banyak tipe bunga-bunga indah.

Kami lalui padang rumput hijau yang indah. Tuhan duduk pada rumput, dan dengan senyuman indah Dia berkata, “Hamba, semua yang kau lihat dan jamah ini telah Ku-sediakan bagi umat-Ku.”

Kami ke tempat dimana sebuah pohon besar dipenuhi buah-buahan. Saya berkata, “Tuhan, pohon ini ? Apa arti pohon ini ? Dan semua buah-buah ini ?” Hendak kupetik sebuah namun sekali lagi Tuhan katakan,”Tidak, Hamba, kau belum dapat memetik buah-buah itu, sebab pohon ini adalah pohon kehidupan, dari pohon kehidupan ini umat-Ku akan makan saat mereka tiba disini. Sementara itu kau tak dapat memetik apapun sampai mereka telah tiba disini.” Buah pohon itu sangat indah.

Kami berpacu, kulihat kupu-kupu dan hewan indah. Tuhan berkata,” Hamba semua ini bagi umat-Ku. Katakan pada umat-Ku bahwa segera,mereka akan bersamaKu disini, di kota Kudus ini. ”

Kami lanjut dan tiba di tempat indah lain, banyak pepohonan besar dan cemara. Tuhan berkata, “Hamba, semua ini bagi umat-Ku. hamba, kemarilah sebab hendak Ku-tunjukan suatu kejutan.”

Kami tiba ditempat dimana banyak Malaikat berada. Seorang Malaikat sangat besar, mempunyai sebuah sangkakala besar pada mulutnya. Saya berkata,”Tuhan, malaikat itu, apa artinya?” Tuhan menjawab, “Lihat Hamba, malaikat ini sedang menunggu tanda, Ia sedang menunggu aba-aba yang akan Kuberi, agar Dia meniup sangkakala, saat Ia memainkan sangkakala, umat-Ku akan terangkat, diangkat, dan di-ubah. Namun pastikan satu hal hamba, sangkakala ini akan terdengar bagi yang memperhatikan ! sebab itu pergi dan katakan pada umat-Ku untuk memperhatikan, katakan pada umatKu jangan tertidur, sebab jika tertidur, engkau tak dapat mendengar sangkakala, katakan pada umat-Ku untuk memperhatikan, bagi mereka yang tidur, Aku tak dapat membangunkan mereka.”

Malaikat ini sangat besar dan indah, dibelakangnya ada banyak malaikat yang mempunyai sangkakala kecil. Yang terbuat dari emas, sangat bercahaya. Tuhan katakan, “Hamba, katakan pada umat-Ku untuk bersiap, Aku hendak memberi aba-aba bagi sangkakala dibunyikan.”

Kami terus menunggang dan Tuhan berkata, “Lihat hamba, akan Ku-tunjukan Takhta Bapa-Ku. Belum Ku-tunjukan pada-Mu, namun akan Ku-tunjukan sekarang, agar kau dapat pergi dan katakan pada umat-Ku bahwa Bapa-Ku benar-benar ada, dan bahwa Aku benar-benar ada.” Kami mulai berjalan, Tuhan, Malaikat dan saya. Saat masih jauh dari Takhta Bapa, saya tak bisa bertahan; tak bisa berdiri di hadapan Kuasa dan Kemuliaan. Saat mendekat, Saya merasa seperti sebuah kapas, saya tak mampu. Jika malaikat tidak memegangku, maka saya tak bisa berjalan.

Kami tiba pada Takhta Bapa, dan saya dapat merasakan sesuatu Kuasa yang dasyat mengalir dari Takhta. Kilat yang kuat datang dari Takhta; sangat mulia dan Besar. Kekuatan yang dasyat sedang mengelilingi Takhta; bersinar dan terbuat dari emas. Seseorang duduk di Takhta, tetapi Saya tak dapat melihat wajahNya, saya tak dapat bertahan dengan Kuasa yang mengalir dari Takhta. Saya hanya dapat melihat Bapa dari pinggangnya kebawah. Tetapi dari pinggang keatas tak dapat kulihat, karena saya telah terjatuh ke lantai. tak mampu dengan Kuasa dan kemuliaan. setelah itu kulihat 24 tua-tua memuji dan memuliakan Nama Tuhan. Kulihat Malaikat-malaikat penghulu juga memuliakan Nama Tuhan. Ke-24 tua-tua bersujud dan berkata “Kudus, Kudus, Kudus-lah Tuhan !” Malaikat-malaikat tidak pernah merasa lelah memuliakan dan memuji Tuhan, dan tua-tua tidak pernah berhenti memuliakan Nama Tuhan. Api yang dasyat datang dari Takhta, dan ada banyak hal-hal yang indah ada pada Takhta itu. Kemudian kami meninggalkan Takhta dan datang pada Malaikat yang besar. Saya berkata, “Tuhan siapakah malaikat itu ?” Tuhan menjawab, “Lihat hamba, inilah Malaikat Gabriel, dan Lihat pada malaikat yang lain,sebab inilah Mikael.” Mereka sangat besar dan indah. Tuhan berkata, “Hamba, pergi dan katakan pada umat-Ku bahwa malaikat Gabriel dan malaikat Mikael sungguh ada.”

Setelah itu Tuhan berkata, “Hamba, kemarilah, sebab akan Ku-tunjukan cambuk.” Kami tiba di tempat lain dimana kulihat Tuhan mengeluarkan sebuah cambuk ada tiga bagian di ujungnya. Dia memukul sebuah kursi besar, dan berkata, “Hamba ini bagi anak-anak yang tidak taat, cambuk ini bagi mereka yang tidak mematuhi Firman-Ku, baiklah, Aku akan mencambuk mereka dengan cambuk ini, sebab Aku menghajar mereka yang Ku-kasihi.” Kulihat Tuhan mencambuk sebuah kursi, dan saya berkata, “Tolong Ayah, jangan memukulku dengan cambuk itu !” Tuhan membalas, “Baiklah Hamba, jika demikian Patuh-lah pada-Ku, sebab siapa yang tidak mematuhi-Ku, Aku-men-disiplinkan.” ( Wahtu 3 : 19 – Barangsiapa Kukasihi, Ia Kutegor dan Kuhajar. sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah )

Tuhan membawaku ketempat istimewa, indah, kulihat Makhota–Makhota emas. Namun makhota-makhota ini telah mempunyai nama tertulis padanya, dan dipenuhi mutiara-mutiara ! Tuhan berkata, “Lihat hamba, makhota disini adalah untuk hamba-Ku Yiye Avila, ini untuk hamba-Ku Arturo GarcĂ­a.” Makhota-makhota itu sangat berharga ! satu Makhota tertulis ” Aida Vadillo “, yang lain ” Miguel Duran “,lainnya ” Armando Duran. ” ” Tuhan sekarang dapat kulihat dan kujamah semua makhota hamba-hamba.” Juga kulihat makhota untuk” Pablo Pintado “,dan ” Nahum Zamudio. ”

Tuhan berkata, “Hamba, disini Kuijinkan engkau melihat. Ini menunjukan padamu bahwa makhota-makhota hamba-Ku yang bekerja pada kebun anggur-Ku, ada pada-Ku. Sebab itu dapat kau lihat bahwa hamba-Ku yang memberitakan Firman-Ku. Aku mempunyai hadiah yang besar bagi mereka.” Kulihat ribuan makhota-makhota, dengan nama.

Kujamah sebuah makhota, tetapi kulihat makhota ini gugur semuanya. “Tuhan ! Jangan biarkan makhota ini menjadi milikku !” Tuhan berkata, “Lihat Hamba, inilah yang terjadi bagi mereka yang tidak mau bekerja pada kebun anggur-Ku lagi, kepada siapa yang lebih suka membelakangi-Ku dari pada memuji-Ku. Lihatlah hamba, hamba ini tak mau memuji-Ku lagi, inilah yang terjadi dengan makhotanya. Hamba-hamba yang tak mau bekerja di kebun anggur-Ku lagi, inilah yang terjadi dengan makhotanya.” ( Wahyu 3: 11 )


Sumber kesaksian : Jannet Balderas Canela


8 Year Old Girl’s Visions of the Rapture, Tribulation

by : Richard Bruce





Published on Jan 5, 2014

Amazing vision of heaven, the rapture, and tribulation. Don’t let fools deceive you! There is no other place you will go to when you die. YES it IS EITHER heaven or hell, life or death, God has made it so. Get clear: nothing in this life is worth losing everything by going to hell, a place made for the devil and his angels.
Dan kata-Nya: “Siapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar !” (Markus 4 : 9).


… Tuhan membawaku ke tempat indah lainnya, dan kulihat banyak orang yang sedang tertidur. Mereka dikenakan jubah-jubah putih. Saya berkata, “Tuhan, siapakah orang-orang ini ?” Tuhan menjawab,”Lihat hamba, semua orang-orang ini adalah mereka yang telah mati dibumi, dan sekarang mereka beristirahat di Firdaus, dan ketika tanda Ku-beri supaya sangkakala dibunyikan, yang mati akan dibangkitkan terlebih dahulu kemudian yang berada dibumi yang masih hidup akan diubahkan.” Banyak sekali orang-orang, dan jubah –jubah merekapun sangat putih. (1 Tesalonika 4 : 16 – 17)

Tak ada seorangpun berbicara kepada yang lainnya; mereka hanya tertidur, dalam ketiduran yang nyenyak. Dan Tuhan berkata padaku, “Hamba mereka sedang beristirahat, tetapi pada saat sangkakala dibunyikan, mereka akan bangkit pertama, dan mereka yang masih berada di bumi akan terangkat bersama-sama dengan-Ku, bersama dengan-Ku. Dan Kemudian kami dapat merayakan perjamuan kawin Anak Domba.”

VICTORIA NEHALE – YESUS SEGERA DATANG – SORGA DAN NERAKA



Ku-lihat banyak jalan dikota itu, yang juga diukir dengan emas. Ada bangunan-bangunan yang tinggi dan semuanya bercahaya seperti emas. Cahaya pantulan dari kota itu sungguh sangat tak terbilang. “Victoria, AKu-mau engkau ikut Aku; Akan Ku-tunjukan hal-hal yang menakutkan, akan Ku-bawah ke tempat di mana engkau tak pernah berada sebelumnya diseluruh hidup-mu” “Victoria, kelompok ini ialah orang yang tak mengampuni orang lain. berkali-kali Aku berkata dalam banyak cara agar mengampuni yang lain namun mereka menolak-Ku; Aku telah mengampuni dosanya namun mereka menolak untuk mengampuni. Saat Waktu telah berakhir mereka temukan dirinya disini. selamanya; mereka memakan buah pekerjaannya selamanya. Bagaimanapun juga, hal ini sangat menyakiti-Ku melihat mereka di tempat dan situasi keji ini, sebab Aku mengasihi mereka.”
Sebab jika kita sengaja berbuat dosa, sesudah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran, maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu. Tetapi yang ada ialah kematian yang mengerikan akan penghakiman dan api yang dahsyat yang akan menghanguskan semua orang durhaka. (Ibrani 10:26–27).

Kesaksian Victoria Nehale – Waktu sedang terburu habis – Yesus segera datang. Shalom, begini kisah-nya :

Saya dilahirkan dan dibesarkan dan tinggal di Namibia dan menyerahkan hidupku bagi Yesus pada 06 Februari 2005. Tuhan Yesus Kristus telah menyatakan banyak hal dalam spiritual kehidupanku termasuk beberapa perjalanan ke Neraka. Tuhan memberi petunjuk agar membagikan pengalaman ini dengan orang; Dia juga memperingatkan saya untuk tidak menambahkan atau mengurangi dari apa yang Tuhan Yesus Kristus telah tunjukan atau katakan. Saya selesai menulis buku ini, akhir tahun 2006, saya dikunjungi 33 kali oleh Tuhan Yesus Kristus. Setiap kunjungan, Tuhan mengatakan sebelum pergi bahwa : WAKTU SEDANG TERBURU HABIS.

Perjalanan pertama ke Neraka

Pada akhir pekan 23 Juli 2005, Saya menumpang taksi selama 30 menit dari kota Ondangwa dimana saya tinggal dan bekerja, ke kampungku, ber-akhir pekan bersama orang tuaku. Pada perjalanan pulang, Saya rasakan sesuatu yang Luar biasa akan terjadi malam itu. Saya tiba di rumah sekitar jam 18.00 saat makan malam disiapkan. Saya berada didapur dengan semua keluarga, berbaring dilantai teralas selimut tua, sementara keponakan dan kemenakan kecilku nyanyikan lagu-lagu sekolah minggu mereka. Tiba-tiba urapan yang berat turun padaku, tubuhku menjadi sangat lemah, dan saya pingsan dalam Kuasa Allah. Saya melihat seorang lelaki, memakai sebuah jubah putih panjang dan ikat pinggang berwarna sama, berjalan ke-arah dimana saya berbaring. Cahaya yang luar biasa mengelilingi-Nya seolah-olah bersinar dari-Nya. Dia memakai sandal coklat; Wajah-Nya seperti orang timur tengah, dan kulitnya indah. Wajah-Nya sangat ramah dan penuh kemuliaan tetapi saya tak dapat melihat mata-Nya. Saat Dia berbicara, Suara-Nya sangat lembut, Ramah dan penuh Kasih, namun BerKuasa; gelombang-gelombang kasih keluar dari rupa-Nya.

Dia mengulurkan tangan-Nya dan mengangkat-ku. Tiba-tiba saya berada dalam tubuh yang indah, tubuh transformasiku; saya terlihat seperti umur saya pada saat delapan belas tahun. Saya memakai jubah putih dan ikat pinggang putih. Walaupun jubahku putih, namun bahannya berbeda dari lelaki yang berjubah putih tersebut. Jubah-Nya ber-sutera indah yang tak dapat di- gambarkan.

Dia berkata, suara-Nya lemah lembut dan penuh kasih: “Victoria, AKu-mau engkau ikut Aku; Akan Ku-tunjukan hal-hal yang menakutkan, akan Ku-bawah ke tempat di mana engkau tak pernah berada sebelumnya diseluruh hidup-mu”.Dia memegang tangan kananku dan kami-pun pergi. Seolah-olah kami berjalan diudara dan terus naik. Dalam perjalanan, Saya letih dan berkata pada-Nya bahwa saya tak dapat lanjutkan perjalanan dan memohon agar membawaku kembali. Namun, Dengan lembut Dia memandangku dan berkata,“engkau tak letih – engkau baik. Jika letih Aku akan menggendong-mu, namun saat ini engkau baik. Damai menyertaimu. Mari kita pergi.”

Tempat dimana kami tiba sangat kering, lebih buruk dari padang kering yang diketahui manusia, tak ada tanda kehidupan sedikitpun. Tak ada pepohonan atau rumput atau suatu tanda-tanda kehidupan. Sungguh tempat yang sangat tertekan.

Kami tiba di-gerbang, Dia menoleh padaku dan berkata : “Victoria, kami akan masuk melalui gerbang, dan hal yang kau saksikan akan sangat menakutkanmu dan meng-goncangkanmu, namun kuatkan percaya-mu sebab kau dalam lindungan-Ku ketempat engkau Ku-bawah. Bukalah matamu dan perhatikanlah segala sesuatu yang Ku-tunjukan padamu.” Saya terkejut dan menangis. Saya mem-protes dan memohon agar Ia membawaku kembali. Saya berkata bahwa saya tak suka pergi kesana sebab saya dapat melihat kedalam melalui gerbang. Dia memandangku dan berkata, “Damai menyertaimu; Aku menyertai-mu. Kami harus masuk, sebab waktu terburu habis.”

Kami masuk melalui gerbang. Saya tak dapat menggambarkan padamu kengerian tempat itu. Saya mengaku tak ada tempat di seluruh jagat raya ini seburuk itu. Tempat itu sangat besar dan ku-rasakan seperti melebar terus menerus. Tempat itu sangat gelap pekat dan kepanasannya tak dapat diukur : panasnya melebihi panas api. Saya tak dapat melihat puncah api atau pusat kepanasan itu tetapi sungguh sangat PANAS. Tempat itu dipenuhi dengan serangga berbagai ukuran dan warna – hijau, hitam, dan abu-abu. Segala jenis serangga ada disana. juga, ada pendek, tebal, cacing hitam dimana-mana, memanjat disana-sini. Cacing-cacing itu mulai memanjati kami dan serangga-serangga itu mulai mengerumuni kami. Tempat itu dipenuhi benda-benda menjijikan; tak ada kata-kata yang pantas bagi segala sesuatu yang ada disana. Aromanya seperti daging busuk tetapi seratus kali lebih buruk dari daging busuk yang pernah dalam hidupku. Tempat itu dipenuhi dengan keluhan tangisan dan kertakan gigi, bersamaan dengan iblis-iblis dan kekejian tertawanya.

Hal terburuk di tempat ini ialah dipenuhi manusia. Tak terhitung banyaknya orang ber-bentuk tengkorak. Dapat ku-pastikan bahwa tengkorak-tengkorak ini adalah manusia sebab ku-kenal beberapa sanak saudara-ku dan orang-orang desaku. Tulang mereka gelap berabu-abu dan sangat kering. Mereka memiliki gigi-gigi tajam panjang seperti binatang liar. Ber-Mulut besar dan lebar dan lidah mereka panjang dan merah menyala. Tangan dan kaki mereka panjang, jari-jari kaki kurus dan jari tangan panjang, kuku-kuku tajam. Beberapa dari mereka memiliki ekor dan tanduk.

Ada iblis-iblis yang bergabung dengan mereka: iblis yang rupanya seperti buaya dan berjalan dengan empat kaki. Mereka terlihat senang dengan lingkungannya dan terus menerus mengganggu dan menekan manusia. Suara yang dikeluarkan iblis-iblis ini seperti suara perayaan, sebagaimana mereka terlihat gembira dan bebas; mereka bahkan selalu berdansa dan melompat. Manusia, disisi lain, terlihat sangat tertekan dan depresi; tak ada pertolongan dan pengharapan. Suara-suara manusia ini disebabkan oleh penderitaan yang sangat; mereka menangis, menjerit dan menggertakkan giginya, mereka sungguh dalam situasi yang putus asa oleh penderitaan yang tak terbandingkan.

Orang-orang ditempat ini sangat tak terhitung tetapi dapat kulihat bahwa mayoritas perempuan. Mereka dibagi dalam beberapa kelompok berbeda. Bahkan jika mereka dalam kelompok, sangat sulit untuk mengetahui jumlah mereka sebab kelompok-kelompok mereka sangat besar.

Aku dibimbing kearah-kelompok timur. Dia memandangku dan berkata : “Victoria, kelompok ini ialah orang yang tak mengampuni orang lain. berkali-kali Aku berkata dalam banyak cara agar mengampuni yang lain namun mereka menolak-Ku; Aku telah mengampuni dosanya namun mereka menolak untuk mengampuni. Saat Waktu telah berakhir mereka temukan dirinya disini. selamanya; mereka memakan buah pekerjaannya selamanya. Bagaimanapun juga, hal ini sangat menyakiti-Ku melihat mereka di tempat dan situasi keji ini-sebab Aku mengasihi mereka.”

Kemudian aku dibawa ke kelompok lain, Ia mengatakan padaku bahwa kelompok berikut ini adalah mereka yang memiliki kesalahan. Ada tiga kategori berbeda dalam kelompok itu, kategori pertama adalah orang-orang yang menahan pengampunan itu : mereka dapat membayar kewajibannya namun mereka menunggu dan mengulur-ulur. Serta berkata besok mereka akan melakukannya, minggu depan, Tahun depan, hingga waktunya habis, sekarang mereka menemukan dirinya ditempat ini. Disinilah mereka berada selamanya; mereka memakan buah pekerjaannya.

Kategori kedua ialah mereka yang mempunyai salah yang dapat dibayar kembali dan mereka-pun mau melakukannya, namun kuatir dan takut akan konsekwensi, sebab, mungkin, jika mengatakan yang sebenarnya mereka akan menderita ditolak atau dijebloskan ke penjara atau yang disampaikan mereka akan disebarkan keseluruh dunia dan mereka akan dipermalukan. Ia berkata: “Tak ada seorangpun yang datang pada-Ku untuk meminta petunjuk. Jika mereka melakukannya, Aku akan menunjukan jalan keluar yang mudah bagi mereka. Mereka menggunakan hikmat dan akal mereka yang tak menolong. Waktu mereka habis dan mereka menemukan dirinya ditempat ini untuk selamanya. Mereka memakan buah pekerjaannya.”

Ia berkata : ”kategori ketiga ialah kesalahan yang tak bisa dibayar, namun, sekali lagi, tak seorang darinya datang pada-Ku, berkata bahwa mereka tak bisa menebus kesalahan-nya. Jika mereka melakukannya, Aku akan menebus kesalahannya. Merekapun coba memakai akal dan hikmat, yang tak menolong apapun caranya. Sekarang mereka temukan dirinya disini selamanya. Mereka memakan buah pekerjaannya. Hati-Ku pilu bagi semuanya sebab Aku sangat mengasihi mereka.”

Pada kelompok pertama, saya melihat dua keluarga dekatku, juga yang berumur dua belas tahun, sanak-saudaraku. Saya tahu dia berumur dua belas tahun sebab pada umur itulah dia meninggal. Pada keompok kedua saya melihat keluargaku yang lain dan Pastor / pendeta, yang kukenal sangat dekat. Jakes, pasanganku yang membunuh dirinya sebab saya memberikan hidupku bagi Kristus, juga berada dalam kelompok kedua. Juga kulihat beberapa tetanggaku pada kedua kelompok ini.

Ku-kenal mereka ini sebelum kematiannya; merekapun mengenalku. Keluarga dekat ku sangat marah saat melihatku dan meneriakkan kata-kata keji padaku; mereka menggunakan kata-kata kasar seolah-olah mengutuk-ku. Salah seorang dari mereka mengatakan bahwa saya tak layak mengikuti Lelaki yang bersama dengan-ku; mereka mengatakan hal-hal yang pernah kulakukan sebelum memberi hidupku bagi Kristus. Mereka tak berdusta; hal-hal yang di-lontarkan benar. Jakes bahkan berkata bahwa saya miliknya dan harus pergi ketempat dia berada sekarang sebab dosa saya sama sepertinya. Awalnya Pastor / Pendeta terlihat senang melihatku dan dia berkata bahwa baik sekali perbuatanku datang ketempat itu tetapi segera kelakuannya berubah saat mengetahui siapa yang menemaniku lalu dia bergabung dengan mereka dan melontarkan kutukan yang sangat kasar. Lelaki (Yesus) yang bersamaku mengatakan untuk menghiraukan mereka sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.

Saya takut dan sedih; tubuhku bergetar dan tak dapat berdiri. Saya menangis tak terkendali. Lelaki ini berbalik, memberi pelukan, dan berkata:“Damai menyertaimu, Victoria.” Kekuatanku pulih dan kurasa Aman dalam pelukan-Nya. Dia berkata kami harus pergi dari tempat itu dan kembali. Dia memandangku dan berkata : Victoria, telah Ku-tunjukan padamu. Sekarang kau harus pilih pada kelompok mana kau mau berada; pilihan ada dalam tangan-mu. Kau harus katakan pada orang apa yang kau lihat dan alami namun jangan menambakan atau mengurangi sesuatupun.”

Saya teringat kami tinggalkan tempat keji itu bersamaan tetapi tidak kuketahui dimana saya meninggalkan-Nya sebab Dia tak nampak lagi : saat mataku terbuka saya telah kembali pada tubuh jasmaniku, terbaring di RS Oshakati. Ada cairan di lengan kiri, kulihat ibu serta tetanggaku yang lainnya dari desa di sudut kamar, Mereka memandang saya dengan penuh keheranan. Dapat kulihat bekas tangisan pada wajah ibuku. Saya bertanya pada salah satu suster jika dia tahu apa yang telah terjadi denganku namun dia hanya berkelakar dan berkata: “Kau dikirim kembali; mungkin karena engkau melakukan sesuatu yang salah dan perlu pertobatan.” Suster itu mencoba berbicara dengan santai tentang kondisiku namun dapat kulihat bahwa dia takut mendekatiku. Saya berkata padanya untuk memanggil dokter bagi-ku.

Saat tiba, dokter katakan bahwa dia tak tahu apa penyebabnya. inisialnya, dia berpikir bahwa saya sakit malaria namun hasil pemeriksaan malaria negatif. Dia mengatakan bahwa suhu badan, urat nadi dan peredaran darahku sangat mengancam rendah namun dia tak mendapat penyebab semuanya itu. dia katakan bahwa tak ada yang dapat dilakukan untukku; dia tak bisa mengaku bahwa saya sebenarnya tidak sakit. Cairan yang digunakan sebelumnya tak bekerja namun setelah saya membuka mataku, cairan itupun mulai bekerja. Dia merekomendasikan agar suster memberikan cairan kedua agar saya memiliki cukup tenaga untuk pulang.

Saya ketakutan pada apa yang telah saya lihat dan menangis. Bau tempat menjijikan itu terus menjadi nyata seolah-olah saya masih berada disana. Pemandangan tempat tersebut muncul setiap waktu. Saya tak dapat tidur dan seluruh tubuhku kesakitan. Kurasakan seolah-olah seluruh sendi-sendiku terlepas, dan diatur kembali. Oh, Saya tak berdaya. Diare dan sakit kepala muncul dalam seminggu.

Pikiranku telah mantap, tak akan ceritakan peristiwa ini pada siapapun, siapakah yang akan mempercayaiku? Apa yang akan di-pikirkan? Saya terus berkata pada diriku bahwa tak akan menghubungkan pengalaman ini dengan siapapun. Salah satu mentor menelepon-ku tiga hari berikutnya memastikan kesehatanku sebab ku-kirim pesan lewat telepon genggam dan memintah dia berdoa bagiku. Sebelumnya saya telah menceritakan peristiwa ini padanya. Saat sadar apa yang ku-perbuat sebenarnya telah saya ceritakan hampir seluruh peristiwa itu. Saya ingin menendang diriku. Saya menangis sebab telah melakukan kesalahan besar dalam hidupku. Sekarang terlambat, tak mungkin saya dapat menyembunyikan lagi. Sekarang saya tahu bahwa jika Allah ingin sesuatu disampaikan, hal itu akan terjadi. Dia-lah Allah, segala-nya.

Pada 19 Agustus, saya terbangun, merasakan urapan dalam tubuhku. Saya lemah dan bergetar,sementara gelombang listrik menjalar diseluruh tubuhku. Pada malam saya melihat cahaya terang masuk ke-kamarku dan dalam terang itu kulihat Lelaki yang sama. Kali ini Dia duduk pada kursi di samping tempat tidurku. tak kutahu darimana datangnya kursi tersebut namun berada disana pada saat Dia hendak duduk. Kursi itu indah terbuat dari emas murni; bentuk kursi indah, dan sandarannya. Pada setiap kaki ada bintang perak yang diukir dalam emas; bintang yang sama juga pada pusat sandarannya. Dan roda-roda bulat pada setiap kaki kursi.

Setelah menyalamiku, Dia katakan bahwa Dia tahu saya mempunyai pertanyaan tentang identitas-Nya dan Dia hendak menyatakan diri padaku dan jelaskan hal-hal khusus yang kualami.Dia berkata: “Aku-lah Yesus Kristus, Juruselamat-mu. Jika ada kebimbangan padamu, lihatlah tangan-Ku. Tempat sebelumnya ialah neraka.” Saat kulihat tangan-Nya, ku-lihat bekas-bekas luka dimana paku-paku menembus-nya.

Sahabatku, Ingin ku-sampaikan bahwa Neraka itu bukan ilusi siapapun tetapi tempat nyata dan men-jijikkan. Bukan bagi manusia tetapi bagi setan dan iblisnya. Tempat kita sebenarnya ialah Surga bersama Yesus tetapi kita harus memilih Yesus sebelum lambat. Hari ini, jikalau engkau mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hati-mu; terimalah Yesus sebagai Juruselamat pribadimu dan hiduplah bagi-Nya. Neraka tempat yang keji : penuh ketakutan dan kesedihan; siksaan, tangisan kekal dan kertakan gigi. Setan mau membawa sebanyak mungkin. Jangan-lah bekerja sama dengannya; bekerja-samalah dengan Yesus dan engkau akan hidup dan tak mati.

Saya tak mengerti mengapa Tuhan memberiku pilihan diantara dua kelompok di neraka saat saya telah dilahirkan kembali. Saya telah menerima Dia kedalam hidup-ku dan Dia masih mengatakan padaku untuk memilih pergi ke neraka atau tidak. Saya tak mengerti. Saya mulai berdoa dan memohon Allah memberiku petunjuk akan apa yang Dia maksudkan dan apa yang Dia inginkan ku-lakukan. Tuhan menunjukan padaku bahwa saya menahan pengampunan dan luka mendalam di hati terhadap salah seorang saudari-ku, juga sepupu-ku. Saya memohon pada Tuhan mengampuni Roh ketidak-ampunan-ku; Saya juga memohon saudariku agar mengampuniku atas dengki dan kepahitan dalam hatiku terhadapnya. Tuhan memberi ku petunjuk agar pergi dan memohon pengampunan dari sepupuku.

Tuhan juga mengingatkan-ku saat melamar sebagai pengajar dengan diploma palsu / tak murni dan Hal itu sebagai kesalahan dan pencurian dimataNya. Saya berkeras hati bahwa yang kulakukan benar dan memohon Tuhan agar menolongku melalui persoalan ini dan menunjukan jalan keluar sebab hal ini adalah kriminal serius yang dapat membawaku ke penjara. Tuhan memberi petunjuk untuk pergi ke Departemen pendidikan dan mengakui apa yang telah kulakukan. Jika hal ini tak dapat dihindari Saya telah siap untuk dipenjarakan. Namun ku-alami pertolongan Tuhan yang besar. Kepala Departemen pendidikan mengatakan bahwa saya putuskan apa yang hendak dilakukan : membayar kembali gaji yang telah diberi melalui pemerintah atau tidak. Mereka janji tak akan membuat tuntutan terhadap-ku sebab mereka tertegun oleh pengakuan-ku. Allah kita Allah yang setia yang menghormati Firman-Nya.

Jika kau dalam situasi yang sama, Saya ajak melakukan apa yang benar, tak peduli apapun akibatnya. Mungkin dipenjarakan di penjara dunia yang sementara. Tak ada kesakitan atau malu yang sebanding dengan perpisahan kekal dari Allah. Neraka bukan tempat indah:lebih baik membiarkan Allah mengadili-mu sekarang sebelum terlambat. Kita harus takut akan pengadilan Allah selama dalam masa Anugerah ini : kita harus menyilakan Tuhan menilik apa yang salah dalam hidup kita selama masih ada waktu memperbaiki bersama-Nya sebab tak ada pengampunan dibalik kuburan.

Kunjungan ke-2 di Neraka

Pada 18 Oktober 2005 Saya terbangun pada jam 05.30 tetapi saya tak dapat pergi bekerja. Saya merasa lemah dan mabuk; Saya tak bisa bergerak atau berbalik badan di tempat tidurku, kehadiran Tuhan sangat-lah kuat dalam ruangan itu. Saya bergetar dan merasakan listrik diseluruh tubuhku. Tuhan datang membawa-ku tepat sebelum jam 08.00 sebab ku-perhatikan jam tangan, pukul 07.48, dan Dia tiba saat itu. Dia menyalamiku dan berkata kita harus pergi lagi sebab waktunya terburu habis. Saya berdiri dan mulai berjalan. Cara kami berjalan saat ini berbeda dari saat yang lain; walaupun kaki kami bergerak, kami seperti terapung daripada berjalan. Sementara dalam perjalanan, Yesus berkata bahwa semua dosa adalah buruk dan tak ada dosa kecil atau dosa besar. Semua dosa membawa pada kematian, tak peduli besar atau kecil. Tuhan mengatakan padaku bahwa kami akan mengunjungi neraka lagi lalu bertanya jikalau saya ketakutan. Saya menjawab bahwa saya takut.

Dia berkata,”Roh ketakutan bukan dari Bapa-Ku atau Dari-Ku, namun dari iblis. ketakutan akan menyebabkan-mu melakukan hal yang bisa menyebabkan engkau ke Neraka.”

Tanpa Iman tidak mungkin berkenan pada Allah dan ketakutan berlawanan dengan Iman. Sangat jelas bahwa ketakutan tidak berkenan pada Allah sebab merusakkan satu Iman. Selama kami dalam perjalanan, kami berjalan bersama tetapi saat kami tiba di gerbang neraka, Dia memegang tanganku dan menggenggamnya setiap detik kami di Neraka. Saya sangat bersukacita bahwa Tuhan memegang tangan-ku sebab kepalan tangan-Nya menghalau segala ketakutan dari padaku.Tempat itu masih sama: tak ada perbedaan dari awal. Ada serangga, cacing, sangat panas, bau, tengkorak, jeritan : segala sesuatu sama seperti pada awal kunjungan. Kami masuk gerbang kotor itu dan Tuhan membawaku pada kelompok yang satu. Banyak orang yang kukenal selama mereka hidup di bumi. Orang-orang malang berada dalam kesengsaraan; mereka terlihat putus asa dan menderita tetapi yang terburuk adalah wajah –wajah yang terlihat putus harapan.

Tuhan tunjukan seorang wanita setengah usia yang kukenal sebelum mati. Dia alami kecekaan mobil awal tahun 2005. Saya terkejut melihatnya di Neraka sebab kami mengenalnya sebagai seorang yang takut akan Allah dan mencintai Allah. Tuhan katakan bahwa wanita ini cinta Tuhan dan Tuhan-pun mencintainya; Dia melayani Tuhan saat di bumi;Membimbing banyak orang pada Tuhan dan mengetahui Firman Tuhan dengan baik, kasih pada yang miskin dan membutuhkan; memberi dan menolong mereka dalam banyak hal.dia hamba Tuhan yang baik hampir disemua hal.

Perkataan itu sangat mengejutkanku dan saya bertanya pada Tuhan mengapa Dia membiarkan seseorang yang melayani Tuhan sangat baik berada dalam Neraka. Tuhan memandangku dan berkata bahwa wanita ini telah percaya tipuan si-jahat. Walaupun wanita ini tahu benar Firman Tuhan dengan baik, dia percaya tipuan setan bahwa ada dosa besar dan dosa kecil. Dia berpikir bahwa dosa ‘kecil’ tak akan membawanya ke neraka sebab, bagaimanapun juga, dia adalah orang kristen.

Tuhan melanjutkan, “Aku pergi menemui-nya berulang- kali dan mengatakan untuk berhenti melakukan apa yang dibuatnya namun banyak kali dia ber-alasan bahwa apa yang dilakukan-nya sangat kecil dan dia menyimpulkan peringatan-Ku sebagai perasaan bersalah-nya saja. Ada saat dia berhenti untuk sementara namun kemudian dia menguatkan dirinya sendiri bahwa peringatan itu bukan dari-Ku tetapi suara-nya sendiri sebab dosa itu terlalu kecil untuk mendukakan Roh Kudus.”

Saya bertanya pada Tuhan dosa apakah yang diperbuatnya dan … Tuhan menjawab, …

“Wanita ini mempunyai seorang teman suster di RS Oshakati. Kapan saja wanita ini sakit, dia tak akan pergi ke RS dan membayar kartu RS sebagai praktek biasa; dia akan menelepon temannya dan mengatakan agar menyiapkan obat-obatnya dari bagian apotek. Temannya selalu merasa dipaksa melakukannya dan meminta wanita ini mengambil obat pada jam yang ditentukan. Pertama, dia putuskan menerima tipuan si-jahat tentang dosa kecil dan besar dan menolak kebenaran-Ku; dia menyebabkan orang lain berdosa dan mencuri baginya namun yang lebih buruk dari semuanya, DIA MENDUKAKAN ROH KUDUs. Inilah yang menyebabkannya di Neraka. Tak perduli jika kau membawa milyaran jiwa pada Tuhan; ada kemungkinan masuk neraka sebab mendukakan Roh Kudus. Kamu tak harus perduli dengan keselamatan orang lain namun kamu harus berhati-hati tak lupa jiwamu sendiri. Peka-lah pada Roh Kudus setiap saat”.

Setelah itu Tuhan berkata kami harus kembali.

Banyak orang Kristen mendengar cerita ini mendapatinya sebagai persoalan. Mereka akan bertanya padaku, “Bagaimana dengan jastifikasi, Rahmat dan Anugerah ?” dan “Adakah kemungkinan kehilangan keselamatan itu setelah menerimanya ?”. “Bukankah hal itu sedikit keras ?”.“Dapatkah Allah sedemikian kasar ?”

Baiklah, seperti ku-sampaikan dimana-mana dalam buku, Saya tak membawah ajaran teologia disini. Saya hanya menyampaikan padamu apa yang telah Tuhan tunjukan dan katakan pada-ku dan yang Tuhan ijinkan ku-alami. Tolong pelajari Alkitab anda bagi semua jawaban. Perhatikan fasal-fasal berikut ini dan adili dirimu sendiri.
Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak. (1 Korintus 9:27).
Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Bolehkah kita bertekun dalam dosa, supaya semakin bertambah kasih karunia itu? Sekali-kali tidak! Bukankah kita telah mati bagi dosa, bagaimanakah kita masih dapat hidup di dalamnya? Sebab itu hendaklah dosa jangan berkuasa lagi di dalam tubuhmu yang fana, supaya kamu jangan lagi menuruti keinginannya. (Roma 6:1,2,12 ).
Sebab jika kita sengaja berbuat dosa, sesudah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran, maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu. Tetapi yang ada ialah kematian yang mengerikan akan penghakiman dan api yang dahsyat yang akan menghanguskan semua orang durhaka. (Ibrani 10:26–27).

Dapatkah aku ke neraka setelah melayani Tuhan dan membawa jiwa bagi-Nya ? Engkau-lah hakimnya !

Ketidak-Taatan

Hari senin 6 Maret 2006, saya terbangun oleh alarm jam 05.30. Saya berdoa dan sadari ada urapan kuat. Tubuhku lemah bergetar; gelombang listrik menjalariku.

Sore hari, saya ditempat tidur, kulihat cahaya terang mengisi kamarku. mungil, putih, bola-bola kecil, ukuran jepit rambut. Benda kecil ini jatuh seperti hujan dan masuk dalam kulitku. Lalu, kulihat awan seperti kabut putih datang dari atas; juga mengisi kamar dan menembus kulitku. Kulihat Yesus berjalan kearah-ku dalam awan, dan duduk pada kursi-Nya disamping tempat tidur-ku. Saya tak tahu darimana asal kursi ini; selalu muncul pada saat Tuhan hendak duduk. Kursi yang indah terbuat dari emas tulen; bentuknya hampir sama seperti kursi pada umumnya tetapi ada sandaran belakang. Pada setiap kaki kursi ada bintang perak; bintang yang sama namun agak besar juga berada pada sandaran belakang. Dan roda bulat pada setiap kaki kursi.

Yesus menyalamiku dan mengulurkan tangan-Nya dan katakan bangun sebab waktu terburu habis. Dia menarik tangan-ku dan duduk disamping tempat tidur-ku.

Lalu Ia berkata padaku, “Victoria, mari kita berdoa.” Dia berdoa dalam bahasa yang tidak saya mengerti; yang ku-mengerti hanyalah ‘Amen’. Lalu Dia menanyakan padaku tentang apa yang ku-lihat saya berkata bahwa kulihat kelompok orang-orang yang pergi bekerja yang lainnya tiba di tempat kerjanya. Saya juga melihat hal yang sama bola-bola putih kecil jatuh pada mereka yang masuk pertama. Setelah kelompok pertama, kelompok kedua-pun muncul. Saat itu benda-benda ini berhenti.

Saya juga melihat kelompok lain, tiba di Gereja-Gereja pada Minggu pagi. Hujan bola-bola putih inipun turun pada saat orang-orang ini tiba lebih awal di halaman Gereja. Terus menerus berjatuhan dan kemudian berhenti. Yang terlambat tidak akan menemukan apapun.

Yesus bertanya jika saya mengerti arti penglihatan itu dan saya katakan bahwa saya tak mengerti. Lalu Dia menjelaskan :

“Penglihatan-penglihatan ini artinya bahwa setiap tempat dimana engkau seharusnya berada pada waktu tertentu dan tahu jam berapa kau harus berada disana, Selalu ada malaikat-malaikat Tuhan membagi-bagikan berkat pada waktu tertentu. Jika engkau tiba tepat pada waktunya, engkau akan menerima berkat namun jika engkau lambat, engkau akan kehilangan berkatmu pada hari itu sebab malaikat membagi-bagikan berkat hanya pada waktu tertentu. Victoria, Aku ingin memperingatkanmu sebab kau terlambat ketempat kerja dan lebih khusus terlambat pada jam-jam kebaktian. Engkau harus tahu bahwa pada saat-saat itu kau terlambat tanpat alasan yang berlaku; engkau akan selamanya terlambat akan berkat-berkat pada hari-hari itu; mereka tak akan pernah kembali padamu lagi, hanya jika keterlambatanmu mempunyai alasan yang benar.”

Saat Tuhan mengatakannya saya berharap agar dapat menghilang dan memberikan-Nya beberapa alasan yang masuk akal untuk ketidak disiplinan-ku. Saya berkata bahwa kadang saya terlambat bangun tetapi Dia memandang-ku pada kedua mataku dan berkata bahwa saya berdusta dan bahwa saya memiliki kebiasaan buruk kembali tidur setelah bangun, menyerah pada keinginan tidur hanya ‘beberapa menit lagi’.

Setelah Tuhan Yesus memperingatkan-ku, Dia berkata, “Berdiri. Kita harus pergi. Waktu terburu habis ada yang harus kita kerjakan.”

Saat ini Tuhan membawaku ketempat dimana saya tidak pernah berada sebelumnya; Pertama kali kami berjalan dijalan itu. Kami tiba di Taman penuh bunga-bunga indah dan pepohonan hijau : tak ada sesuatupun didunia ini yang dapat dibandingkan dengan keindahan ini. Bunga-bunga sangat indah, berwarna cerah. Kami duduk pada kursi taman yang indah, yang terbuat dari emas murni dan dihiasi dengan bintang-bintang perak bercahaya.

Saat kami duduk, Tuhan menunjuk kedepan dan berkata, “Victoria, lihat, dapatkah engkau melihat kota itu ?”. Saat itu, Ku-lihat, kota besar bercahaya. Sangat indah diluar perkataan dan tiada duanya. Kota itu memiliki sebuah sebuah gerbang bercahaya dan pada gerbang itu ada seorang lelaki berumur yang duduk. Dia mempunyai, janggut panjang dan rambut putih. Ku-lihat lelaki ini sebelumnya, saat kutanya Yesus siapa orang itu, Dia katakan bahwa lelaki itu adalah Abraham, Bapa segala orang ber-Iman.

Ku-lihat banyak jalan dikota itu, yang juga diukir dengan emas. Ada bangunan-bangunan yang tinggi dan semuanya bercahaya seperti emas. Cahaya pantulan dari kota itu sungguh sangat tak terbilang.

Yesus menoleh pada-ku dan berkata, “Apakah pendapatmu tentang kota itu ?”

Ku-jawab, sangat indah dan mau kesana. Yesus berkata : “Aku akan membawa-mu kesana jika engkau patuh terus menerus sebab disitu juga rumah-mu akan berada. tetaplah patuh–sebab jika tak patuh, Victoria , burung gagak akan mengisi rumah-mu.Rumah-mu akan menjadi kediaman burung hantu dan tempat bermain hantu-hantu. Bagaimanapun juga, jangan takut, sebab Aku menyertai-mu. Hanya patuh-lah. Sebab siapa yang tak patuh,rumahnya akan menjadi tempat burung gagak terbang; menjadi sebuah tempat tinggal burung hantu dan tempat bermain hantu-hantu.”


Sumber :



Time is Fast Running Out! (Hell is Real) – Victoria Nahale (Hell Testimony)








Yesus Kristus nyata dan Ia mencintai kita dengan Cinta-Nya yang tak terbilang, Keinginan hati-Nya yang terbesar ialah agar kita memilih hidup yang kekal bersama Nya. Hati-Nya pedih bagi mereka yang mati dan masuk Neraka sebab mereka lebih memilih mati dan menolak tawaran keselamatan yang Ia tawarkan pada mereka.

Siapapun engkau Kristen yang di-lahirkan kembali atau tidak, tolong ingat satu hal : Waktu sedang terburu habis.

Catatan :

Artikel ini ditujukan kepada semua umat manusia, tidak melihat apapun agama dan keyakinan-nya.

—– Demikian Victoria mengakhiri kesaksiannya …
Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak. (1 Korintus 9 : 27).

Salam Kasih dan Persahabatan. Tetapi semangat menjalani kehidupan ini. Tetap saling mengasihi sesama manusia apapun keyakinannya. Tuhan Yesus selalu memberkati dan menguatkan kita semuanya. Ya dan Amen.

YOUNG MOON PARK – MAU MEMBUNUH MALAH DIAJAK YESUS KE SORGA DAN NERAKA



“Sementara suatu pelangi cerah turun, ada sesuatu yang turun dari cahaya itu. Ternyata, itu adalah seorang yang memakai pakaian putih. Disebabkan karena sinar yang terang, saya tidak dapat melihat wajahnya dengan jelas, tetapi jelas wajahnya adalah wajah manusia. Sementara itu, sebuah kereta kuda setengah lingkaran mengikuti dibelakang manusia itu.”
Maka laut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya, dan maut dan kerajaan maut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya, dan mereka dihakimi masing-masing menurut perbuatannya. (Wahyu 20 :13).

Young Moon Park – The Most Incredible Christian Testimony of Heaven and Hell. Shalom, begini kisahnya :

Pada tanggal 3 april 1986 merupakan hari bersejarah didalam hidupku. Tahun 1985, saya mengendarai sepeda motor dibawah pengaruh obat dan mengalami kecelakaan. Kemudian saya masuk penjara. Istriku mendesak supaya bercerai selepas aku keluar dari penjara. Kemudian saya merencanakan untuk membunuh delapan orang : istriku, keluarganya, bahkan saudara yang masih kanak-kanak – yang mendorong istriku untuk bercerai dengan saya. Hal terakhir yang saya lakukan sebelum melaksanakan rencana pembunuhan itu adalah menemui ibuku di Geang Joo, kemudian saya memesan tiket kereta api yang bertolak dari kota Seoul pada pukul 10.40 pm. Hari itu adalah malam 3 April 1986.

Sementara saya berada di rumah ibuku, saya mendengar suara resonansi yang tidak pernah saya dengarkan sebelumnya sekitar 40 menit sebelum masuk kereta. Itu adalah suara kuat yang hampir meledakkan telinga saya. “Lihat … lihat” katanya. Karena merasa aneh, saya keluar didepan pintu masuk dan melihat sekeliling, tetapi tidak ada seorangpun. Kemudian saya kembali ke kamar tidur dan menyalakan rokok. Tiba-tiba, ruangan itu menjadi terang. Saya begitu terkejut dan melihat pintu kamar tidur merasa bingung. Tidak disengaja, saya berteriak.

Sementara suatu pelangi cerah turun, ada sesuatu yang turun dari cahaya itu. Ternyata, itu adalah seorang yang memakai pakaian putih. Disebabkan karena sinar yang terang, saya tidak dapat melihat wajahnya dengan jelas, tetapi jelas wajahnya adalah wajah manusia. Sementara itu, sebuah kereta kuda setengah lingkaran mengikuti dibelakang manusia itu.

Ada tiga tempat duduk didalam kereta itu. pada tengahnya kosong dan ada dua orang yang juga mengenakan pakaian putih yang duduk didua sisi. Jika seseorang yang percaya kepada Yesus melihat adegan itu, maka ia akan tersentuh sekali. Tetapi saya tertegun dikarenakan saya seorang atheis. Suatu yang aneh bisa saya tambahkan disini yaitu bahwa perasaan benci saya yang berkobar-kobar hilang.

Saya membangunkan ibu saya yang tidur disebelah saya. Tetapi sepertinya dia tidak melihat adegan itu dan dia mengabaikan aku, dengan mengatakan “Jangan mengada-ada” kemudian kembali tidur. Ketika aku melihat kereta itu lagi, aku terkejut Seorang yang menyerupai aku duduk di tengah tempat duduk yang tadinya kosong. Kemudian saya menyentuhnya, untuk memastikan bahwa dia nyata. Rasanya saya sedang melihat suatu cermin.

Segera setelah saya duduk di tempat duduk, kereta itu tinggal landas. Kemudian, saya dengan jelas melihat surga dan neraka. Setelah melewati suatu jalan emas, saya melewati suatu tempat dimana orang seperti aku berjalan disepanjang jalan di taman bunga, mencium bunga-bunga. Saya dapat melihat banyak orang yang berasal dari seluruh penjuru dunia.

Saya dengan jelas melihat wajah pamanku disamping ibuku, dimana paman saya telah menjadi Kristen dan meninggal dikarenakan penyakit. Tetapi, aku tidak menemukan bekas penyakit pada pamanku itu. Penampilannya seperti pemuda berusia 30 tahun-an dengan wajah dan tubuh muda, persis sama bagaimana saya melihat dia ketika saya sedang kelas 3-4 sd. Damai dan sukacita, tidak terlihat kecemasan, dan hal-hal yang berhubungan dengan duniawi, tidak terpancar diwajahnya. Sembari mendengarkan suara musik yang terus menerus, kereta emas melewati rumah-rumah indah setelah mengendarai selama beberapa hari. Ketika kami sampai kesana, malaikat yang awalnya tidak mau menjawab apapun pertanyaan saya akhirnya mengatakan “Disini adalah Surga,” dengan suara yang jelas.

Ada sejumlah besar rumah yang terbentang di horizon. Suatu perasaan jelas yang saya rasakan dari rumah-rumah itu seperti yang terlihat didunia begitu teratur rapi dan siap dan menunggu penghuni untuk masuk kedalamnya. Tidak seperti tempat dimana pamanku berada, disini saya dapat melihat semua orang. Saya bertanya kepada malaikat, tetapi mereka tidak menjawab.

Kereta itu tiba-tiba memasuki suatu tempat yang gelap, seperti malam hari. Satu-satunya sumber penerangan berasal dari sinar yang berasal sinar terang sebesar bulan purnama. Sumber terang itu ada didalam bentuk seperti orang yang mengenakan pakaian putih seperti yang mengendarai kereta. Saya ketakutan, sembari berpikir “Mereka telah menunjukkan kepadaku hal terindah yang tidak pernah saya lihat dibumi, apa sekarang mereka akan membunuhku ?”

Cahaya yang menyerupai bentuk manusia itu menerangi seseorang sebelum aku menyadari siapa dirinya. Saya menyaksikan ayahku disana yang telah meninggal 6 tahun yang lalu. Ayahku seorang yang sukses dan menopang keluarga. Dia sukses memegang jabatan kepala sekolah di sekolah Konfusius (Kong Hu Cu). Ketika dia masih hidup, dia menolak seseorang yang mengatakan Yesus kepada dirinya. Ketika dia akan meninggal di ranjang, dia sangat sengsara dan tubuhnya bengkak dan dapat meledak (semacam bengkak bernanah mungkin). Didepan mataku aku melihat ayahku menderita seperti saat dia mau meninggal.

Ular berwarna biru berkepala tiga, cukup untuk menyembunyikan pergelangan kakinya, mengoyak tubuh ayahku, merayap, melilit dan menggigit sekujur tubuhnya. Saya menangis dan memanggil namanya, tetapi dia tidak dapat mendengar.

Tempat kedua yang saya datangi, sejumlah besar manusia dikumpulkan mencoba melarikan diri dari api pada sebuah piringan besi besar. Saya melihat orang lain yang kukenal disini. Dia adalah saudara tua ayah saya, yang hidup berkelimpahan, dia mengatakan bahwa uang adalah segalanya. Dia tidak dapat mendengarkan suaraku juga.

Suatu tempat yang diterangi dengan sinar ketiga, saya melihat seorang teman yang meninggal pada kecelakaan lalu lintas. Tiga ekor ular kekuningan melilit dia kuat kuat. Demikian sehingga wajahnya menjadi pucat. Teman saya ini juga suka minum minuman keras seperti saya, tetapi dia malangnya meninggal dikarenakan kebanyakan minum alkohol.

Tempat ketiga yang diterangi adalah sekumpulan orang didalam rawa setinggi pinggang. Binatang buas mengoyak, menggigit dan mencakar mereka. Saya dapat mengenali dua orang dari mereka, seorang saudara dan teman masa kecil diantara banyak manusia yang berusaha untuk melarikan diri dari binatang buas tersebut. Saya tidak tahu pada saat itu, tetapi saya ingat bahwa saudara saya itu menghadiri gereja disebabkan gereja dapat menyembuhkan penyakit, jadi tidak mempunyai iman murni. Dia menyia-nyiakan waktunya dengan hati mendua, satu kaki di gereja dan kaki lainnya di dunia.

Saya melihat ayah saya di neraka dan melihat paman saya di surga.

Seingat saya, neraka merupakan tempat yang tidak bisa dibayangkan, tempat yang mengerikan. Saya dengan jelas melihat ayah saya, paman saya, teman dan saudara didalam tempat kegelapan. Tidak ada yang bisa aku lakukan selain menangisi mereka. Saya, seorang yang dahulunya berpikir bahwa segala sesuatu berakhir setelah kita meninggal, kenyataannya akan menghadapi suatu kenyataan. Setelah melihat neraka, kereta berhenti pada suatu tempat yang disebut dataran penghakiman (Wahyu 20 : 13). Disini, saya melihat dapat melihat semua dosa saya yang telah saya perbuat dengan mata saya, tangan saya dan bahkan pikiran saya semenjak lahir yang memang direkam.

Saya tidak dapat menghitung jumlah dosa saya yang dilakukan sepanjang hidup saya disebabkab dosa saya dikategorikan menjadi 132 kategori, dan tiap kategori memiliki sub kategori. Diantaranya, saya melihat bahwa sebagian besar dosa saya adalah kelakuan saya yang disebabkab minum minuman beralkohol. Hal yang saya temukan adalah bahwa ada dua dosa yang tidak merupakan dosa di dunia, tetapi merupakan dosa di surga. Satu adalah tidak percaya Yesus dan satunya lagi adalah mengutuk atau mengejek orang yang percaya kepada Yesus.

Semua dosa masa lalu saya direkam – lengkap dengan tanggal dan waktu – seperti tidak menghadiri gereja, menyobek dan membuang Alkitab dan buku pujian kedalam api, mengutuk, tidak menghormati teman penginjil, bahkan menampar muka dan menendang mereka. Saya bertanya suatu pertanyaan yang sudah ingin ditanyakan disini. “Mengapa engkau menunjukkan kepadaku tempat seperti ini kepadaku, seseorang yang membenci Yesus dan berbuat banyak dosa, dibandingkan kepada saudaraku yang melalui susah payah untuk percaya Yesus ?” Seorang malaikat yang berada disampingku memberi jawaban : “Tidak perlu bagi seseorang seperti saudaramu untuk datang kesini. Seseorang seperti kamu tidak akan dapat memberikan kesaksian kepada orang lain kalau kamu tidak melihat surga dan neraka dengan mata kamu sendiri.”

Itu adalah jawaban yang berhubungan dengan ayat-ayat Alkitab yang menyatakan bahwa seseorang seperti saudaraku yang percaya tanpa melihat akan lebih diberkati. Segera setelah itu, kereta itu mulai bergerak kembali. Tiba-tiba, saya dapat melihat suara keras yang menanyakan “Apakah kamu percaya ?”

Suara ini seperti suara yang sama yang saya dengar sebelum meninggalkan Seoul untuk membunuh ke-8 orang tersebut. Saya tidak pernah menerima Tuhan sebagai Ayah Surgawi saya, Saya mau menerima Tuhan, dengan alamiah saya menjawab : “Tuhan ! saya percaya Engkau”. Tuhan meneruskan berkata, “Ketika kamu kembali ke dunia, bersaksilah mengenai surga dan neraka kepada orang lain. Jangan menambahkan atau mengurangi dari apa yang kamu lihat.” Ketika mulai berangkat, hal terakhir yang Dia ucapkan adalah : “Saya akan mengawasi kamu.”

Saya merasa melakukan perjalanan berhari-hari, tetapi saat itu jam 11:10 PM ketika saya terbangun, merasa takut. Semua ini berlangsung selama 70 menit. Tidak ada konsep waktu dunia ditempat tersebut. Setelah sadar, ibu saya melihat saya dengan wajah tegang. Dia mengatakan bahwa saya mengigau dan tidak bisa dibangunkan padahal dia sudah berusaha. Setelah itu, saya menceritakan kepada dia mengenai apa yang saya lihat. Ibu saya, yang selalu berteriak kala mendengar nama Yesus, menangis setelah mendengar kisah bahwa suaminya menderita. Saya dan ibu saya menjadi disiplin kepada Yesus dan mengambil pendalaman Alkitab, kemudian bergabung dengan gereja pada hari yang sama. Ibu saya dan saya menjadi antusias ke gereja.


Sumber :


The Most Incredible Christian Testimony of Heaven and Hell – Young Moon Park


HeavenVisit – Published on Oct 25, 2012

Saat ini, kehidupan saya berubah 180 derajat. Saya menjadi seseorang yang secara alamiah bibir ini akan memberikan kemuliaan kepada Tuhan Yesus dibandingkan kepada diri saya sendiri. Saya sanggup menjadi dan meneruskan suatu penginjilan untuk mengabarkan firman Tuhan. Kata-kata terakhir atau perintah terakhir yang Tuhan berikan kepada saya yang selalu teringat, ” I will keep watching over you,” membawa saya kesini.
Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. (2 Korintus 5:17).

Salam kasih dan persahabatan. Tetap saling mengasihi sesama manusia apapun agamanya. Tetap semangat menjalani hidup ini. Tuhan Yesus memberkati. Amen.

Blogger Widgets