Rabu, 30 November 2016

WANG LIN NA – GADIS CANTIK MISKIN TULANG PUNGGUNG KELUARGA








Lin Na tinggal di sebuah rumah kontrakan kecil yang keadaannya cukup memprihatinkan tidak membuat gadis ini patah arang. Selain pekerjaan sehari-hari yang harus ia lakukan, ia pun harus mengantar adiknya ke sekolah, menungguinya, dan mengajarinya saat di rumah. Dia juga merawat kedua orangtuanya yang sakit dan bekerja di sebuah pabrik, memasak, mencuci, menanam gandum, memanen, serta mencari makanan alternatif lainnya di hutan.

Wang Lin Na – Gadis cantik miskin tulang punggung keluarga. Tidak manja dan suka bekerja. Shallom, begini kisahnya :

Wang Lin Na adalah seorang gadis remaja berusia 13 tahun tinggal di sebuah desa Luoyang di dekat kota Songxian. Ia tampak tak seberuntung gadis-gadis remaja lainnya. Di saat gadis-gadis remaja lainnya sedang asyik bersekolah dan bermain, gadis ini harus memikul beban yang cukup berat. Bagaimana tidak, ayah dan ibunya dalam keadaan sakit, sehingga tidak sepenuhnya mampu menghidupi kehidupan keluarga mereka.


Ini adalah rumah kontrakan dimana Wang Lin Na tinggal.


Ini adalah suasana rumah dimana Wan Lin Na tinggal bersama keluarganya.

Selain pekerjaan sehari-hari yang harus ia lakukan, ia pun harus mengantar adiknya ke sekolah, menungguinya, dan mengajarinya saat di rumah.


Wan Lin Na sedang mengantarkan adiknya ke sekolah dan menungguinya.


Wan Lin Na sedang bekerja di ladang.

Kegiatan sehari-harinya adalah memanen gandum di ladang dan mengasuh adiknya yang masih kecil. Tampak pada foto, Wang Lin sedang menyuapi adiknya


Wan Lin Na sedang menyuapi adiknya.

Setiap hari ia menjadi tulang punggung keluarga, mulai dari bekerja di sebuah pabrik, memasak, mencuci, menanam gandum, memanen, serta mencari makanan alternatif lainnya di hutan.


Wan Lin Na sedang mencuci pakaian di sungai dibantu adiknya.

Ia juga merawat kedua adiknya yang masih kecil dan kedua orang tuanya yang sedang sakit, terutama ibunya yang mempunyai penyakit ginjal.

Hanya adiknya yang kedua yang terkadang membantunya, itupun terbatas karena adiknya masih belum mampu melakukan pekerjaan tertentu.


Wan Lin Na sedang memasak dengan tungku seadanya sambil membaca buku, entah bukunya siapa, mungkin bukunya adiknya.

Di kala senggang, dia menyempatkan untuk membaca buku. Bisa jadi itu adalah buku sekolah milik adiknya. Adiknya yang kedua sering membantunya dalam mengurus rumah.

Tinggal di sebuah rumah kontrakan kecil yang keadaannya cukup memprihatinkan tidak membuat gadis ini patah arang. Selain pekerjaan sehari-hari yang harus ia lakukan, ia pun harus mengantar adiknya ke sekolah, menungguinya, dan mengajarinya saat di rumah.

Sumber : tionghoa -info

Wang Li Na juga menjadi seorang kakak yang baik bagi adiknya dengan mengantarkannya ke sekolah.

Wang Lin Na, nama gadis itu, paras cantik tidak membuatnya bermalas-malasan. Kondisi keluarga yang tidak memungkinkan membuat ia harus membanting tulang untuk menghidupi keluarganya. Patut dicontoh memang, perjuangan sang gadis yang usianya masih remaja ini.

Bekerjalah untuk menyambung hidup, bukan hidup untuk bekerja. Wang Lin Na, Gadis Cantik Miskin yang Bekerja Keras Menghidupi Keluarga-nya.
“Tidur sebentar lagi, mengantuk sebentar lagi, melipat tangan sebentar lagi untuk tinggal berbaring” — maka datanglah kemiskinan kepadamu seperti seorang penyerbu, dan kekurangan seperti orang yang bersenjata. – Amsal 6:10-11

1 komentar:

  1. kemiskinan bukanlah sesuatu yang harus dikejar, tapi jika sudah berusaha semampunya masih tetap miskin, tetaplah semangat untuk terus berusaha dengan semampunya, semoga Tuhan Yesus memberkati

    Semoga Tuhan Yesus mempermudah orang-orang seperti dia untuk masuk dalam Kerajaan surga, dan aku percaya Tuhan Yesus sudah mempersiapkan rumah yang besar disurga bagi dia dan orang-orang seperti dia

    BalasHapus

Blogger Widgets